Bali
Polisi yang Gugur Ditikam Bule Prancis Amokrane Meninggalkan Tiga Anak
Suasana duka menyelimuti keluarga besar Polda Bali, Senin (2/4/2016) setelah gugurnya seorang personil karena ditikam WN Perancis Amokrane Sabet.
SURYAMALANG.COM, BALI - Suasana duka menyelimuti keluarga besar Polda Bali, Senin (2/4/2016) setelah gugurnya seorang personil karena ditikam WN Perancis Amokrane Sabet.
Brigadir AA Putu Sudiarta, anggota Satreskrim Polsek Kuta Utara gugur setelah ditikam pisau berkali-kali oleh Amokrane.
Dalam keluarga Brigadir yang dikenal sebagai anggota teladan itu meninggalkan tiga orang anak.
Putu Sudiarta meninggalkan tiga anak, yakni AA Raka Cempaka (Kelas 3 SMK), I Monang Maning AA Made Deva Arigangga (SMP kelas 3) dan AA Ketut Trisnadewi (kelas 4 SD).
Anak Agung Made Sujaya (62), orangtua Putu Sudoarta mengaku ikhlas dengan kepergian anaknya.
Sebab, itu sudah menjadi sebuah resiko seorang anggota Polri. Apalagi, anaknya gugur dalam tugas.
"Saya ikhlas karena itu sudah menjadi tugas anak," terangnya di kediamannya, Jalan Gunung Talang II, Denpasar, Bali Selasa (3/5/2016).
Putu Sudiarta adalah anak pertama dari empat bersaudara.
Ia terakhir bertemu dengan anaknya sewaktu di Tirta Empul, dan sempat pagi bertemu sebelum bertugas menggerebek Amokrane.
"Terakhir ya waktu kemarin ada melukat di Tirta Empul, Gianyar," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/amokrane-sabet_20160503_162403.jpg)