Selasa, 28 April 2026

Malang Raya

Banyak Perda Tak Untungkan Investasi Bakal Dihapus, Ini Kata Abah Anton

Wali Kota Malang M Anton hanya mengisyaratkan akan menghapus banyak Perda.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: musahadah
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
M Anton Wali Kota Malang dan Umi Farida membawa Piala Adipura dalam Kirab Piala Adipura di Kertanegara, Kota Malang, Selasa (24/11/2015). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Pemerintah Kota Malang akan menghapus beberapa Peraturan Daerah (Perda) yang menghambat dan tidak mendukung tumbuhnya investasi.

Pemkot sudah berinisiatif membuat Perda baru yang isinya mempermudah dan mempercepat masuknya investor ke Kota Malang.

Rencana ini disusun untuk mendorong dua jenis investasi yang diharapkan masuk, yakni infrastruktur dan teknologi informasi.

Belum ada bocoran jenis-jenis Perda yang akan diperangus dalam rencana itu.

Wali Kota Malang M Anton hanya mengisyaratkan akan menghapus banyak Perda.

Perda yang akan dihapus terutama yang dianggap tidak relevan dengan kondisi global yang membutuhkan invesatasi untuk menggerakkan perekonomian sebuah daerah.

“Satu sisi kami akan memberi mereka (investor) perizinan yang murah dan cepat. Perda yang akan dihapus masih kami godok semuanya. Memang ada pihak yang ingin tidak dicabut karena dampak-dampak tertentu. Tapi, asal itu sesuai aturan, saya rasa tidak masalah,” katanya, saat ditemui, Minggu (8/5/2016).

Langkah selanjutnya yang akan ditempuh Pemkot untuk merealisasikan rencana tersebut adalah berbicara dengan DPRD Kota Malang.

Pemkot meminta dukungan dari legislatif agar ikut mendorong ketahanan ekonomi kreatif.

Anton bilang, Pemkot sudah menyiapkan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan invenstor jika rencana itu terealisasi.

Ia menyadari, rencana permudahan investasi akan menimbulkan gejolak di masyarakat luas. Apalagi, jika aturan itu berdampak langsung ke masyarakat.

Menurutnya, yang harus diubah adalah pola pikir masyarakat yang belum sepenuhnya paham tentang investasi.

“Kami berharap kerja sama yang baik antar e;lemen masyarakat. Karena dengan melihat infrastruktur yang sudah ada sekarang, investor akan sangat tertarik berinvestasi di Kota Malang,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Bagian Kerjasama dan Penanaman Modal Pemkot Malang Woro Tanty Poerwandari mengatakan, investasi di Kota Malang sudah tidak memungkinkan jika berbentuk fisik yang besar.

“Yang memungkinkan investasi fisik adalah pakai lahan bawah tanah. Kalau ini masih mungkin karena bisa diaplikasikan dengan pemahaman-pemahaman terlebih dulu kepada masyarakat,” pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved