Kediri

Inilah Asal Muasal Cerita Panji, dari Kediri Menyebar ke Myanmar hingga Philipina

Berbagai cerita dengan versi yang berbeda telah menyebar di daerah Bali, Kalimantan dan Sumatera.

Inilah Asal Muasal Cerita Panji, dari Kediri Menyebar ke  Myanmar hingga Philipina
surya/didik mashudi
Pemkot Kediri mendirikan Omah Panji di Kawasan Wisata Gunung Klotok untuk merangsang kreatifitas masyarakat, Sabtu (7/5/2016). 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Serial Panji ternyata telah menjadi cerita legenda.

Cerita Panji tidak hanya ditemukan di Indonesia tapi telah menyebar ke berbagai negara di Asia.

Cerita Panji merupakan kisah periode Jawa klasik pada zaman Kerajaan Kadiri.

Pemeran tokoh sentralnya Panji Inu Kertapati atau Panji Asmarabangun dengan Dewi Asmarabangun atau Galuh Candrakirana.

Berbagai cerita dengan versi yang berbeda telah menyebar di daerah Bali, Kalimantan dan Sumatera.

Sejumlah negara tetangga yang memiliki cerita Panji seperti Myanmar, Thailand, Malaysia, Kamboja dan Philipina.

Nono, salah satu seniman dan pegiat sastra di Kediri menyebutkan, selain ada persamaan juga ada perbedaan cerita Panji yang berkembang di Indonesia dengan yang ada di Thailand.

"Di Thailand cerita Panji untuk mengobarkan semangat patriotisme dan cinta tanah air. Namun di Indonesia cerita Panji banyak bertema kisah kasih tentang asmara," ungkap Nono kepada suryamalang.com, Sabtu (7/5/2016).

Dari cerita Panji, masyarakat juga mengetahui tradisi para petinggi kerajaan pada zaman dahulu yang suka blusukan di tengah masyarakat.

Dari blusukan itu para petinggi kerajaan ingin mengetahui dan mendengarkan aspirasi langsung dari masyarakat.

"Kalau Pak Jokowi sekarang senang blusukan mungkin inspirasinya dari cerita Panji. Malahan blusukan para raja itu dilakukan dengan menyamar menjadi rakyat biasa," tambahnya.

Nono berharap semangat dari cerita Panji terus dilestarikan dengan berbagai kreasi dan versinya. Sehingga ceritaya terus lestari sampai pada generasi berikutnya.

Beberapa cerita Panji yang banyak berkembang di masyarakat di antaranya, Ande-ande Lumut, Yuyu Kangkang, Enthit, Keong Mas, Golek Kencana dan Mahesa Suro.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved