Breaking News:

Malang Raya

RSUD Kota Malang Berharap Petik Pelajaran dari Aksi Mogok Dokter Spesialis

“Semua pasti ada hikmahnya. Rumah sakit ini rumah sakit baru. Kita perlu mendata ini dan itu. Mudah-mudahan ke depan selalu lebih baik,"

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Gedung RSUD Kota Malang di Jalan Rajasa, Bumiayu, Kota Malang, Selasa (10/5/2016). Dokter spesialis di RSUD ini mogok kerja karena belum cairnya tunjangan jasa pelayanan mereka 

SURYAMALANG.COM, KEDUNGKANDANG - Dokter Spesialis di RSUD Kota Malang sudah kembali bekerja pada Rabu (11/5/2016), setelah sehari sebelumnya mereka mogok kerja karena masalah tunjangan saja pelayanan yang belum cair.

Beberapa dokter spesialis nampak berseliweran di rumah sakit tipe D itu.

Direktur RSUD Kota Malang Rohana mengatakan, kesepakatan untuk bekerja kembali sudah disampaikan Selasa sore.

Itu setelah pihak RSUD menggelar pertemuan dengan para dokter spesialis usai mendapat jawaban kepastian dari Sekertaris Daerah Kota Malang. Rohana meralat, jumlah dokter spesialis yang dimiliki RSUD dan mogok kerja ada delapan orang. Tujuh di antaranya adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS).

"Tahun lalu kami punya sembilan. Tapi tahun ini tinggal delapan," kata dia, Rabu (11/5/2016).

Rohana mengaku, bisa memahami aksi para dokter spesialis yang jelas-jelas melanggar kode etik profesi itu. Tunjangan jasa pelayanan memang merupakan hak dari para dokter spesialis.

Namun, RSUD Kota Malang belum bisa memberikannya karena terkendala aturan. Kota Malang belum payung hukum kuat berupa Peraturan Wali Kota (Perwal) yang saat ini masih dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Dari perkembangan yang didapat, Rohana berharap Perwal tersebut akan turun dalam waktu tak lama, yakni dalam satu atau dua bulan ke dapan.

“Semua pasti ada hikmahnya. Rumah sakit ini rumah sakit baru. Kita perlu mendata ini dan itu. Mudah-mudahan ke depan selalu lebih baik. Kejadian kemarin pelajaran buat kami. Kita ambil sisi positifnya,” tambah dia.

Meski sebelumnya, Sekertaris Daerah Kota Malang menginstruksikan agar Inspektorat Pemkot Malang dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lain terkait meninjau kondisi RSUD terkait kerja para dokter PNS, pantauan SURYAMALANG.COM hingga siang hari, tak ada petugas inspektorat yang menggelar inspeksi mendadak.

Fitri Suryanigsih, salah satu staf RSUD Kota Malang, mengatakan, pihaknya tidak menerima surat resmi rencana inspeksi medadak dari inspektorat.

"Tahu setelah dari media. Tidak ada pemberitahuan dan dari tadi tidak ada pihak Pemkot ke sini. Tidak tahu kalau pemberitahuannya langsung ke direktur,” kata dia.

Rohana menambahkan, kalaupun inspektorat akan menggelar inspeksi mendadak, pihaknya sudah siap kapanpun. Ia menjamin para dokter akan tetap bertugas seusai dengan jadwal yang sudah ditetapkan. Ia memastikan juga, seluruh layanan poli akan tetap terlayani seperti biasa.

Ia membenarkan bahwa sebenarnya tunjangan saja pelayanan para dokter spesialis tidak terlalu besar. Sayang, ia kembali enggan menyebut nominal dengan alasan belum menghitung secara pasti.

Nilai yang tidak begitu besar itu berdasarkan jumlah pasien yang dilayani. Maklum, tunjangan jasa pelayanan hanya didapat dari sedikit-banyaknya pasien yang dilayani oleh seorang dokter.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved