Malang Raya
Diantar Istri, Seorang Pembunuh Mujianto Menyerahkan Diri ke Polisi
Sesampai di lokasi, Andrianto dan Ableh menghajar Mujianto dengan tangan kosong. Mata dan muka Mujianto menjadi sasaran.
Penulis: David Yohanes | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Seorang pembunuh Mujianto (43) alias Cimeng, warga Jalan Bandulan Batu, Kecamatan Sukun, Kota Malang kahirnya menyerahkan diri. Pelaku berinisial SJD (32) alias Ableh, warga Desa Sumbernonggo, Kecamatan Pagak.
“Tadi pukul empat (16.00 wib) pelaku menyerahkan diri dengan diantar istrinya. Sekarang sedang kami proses,” terang Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Adam Purbantoro, Kamis (12/5/2016).
Lanjut Adam, Ableh yang membawa motor dan membawa Cimeng ke lokasi pembunuhan. Ableh turut memukul Cimeng hingga babak belur.
“Dia yang mengendarai motor, dan membawa korban ke lokasi pembunuhan. Dia punya peran dalam pembunuhan ini,” tambah Adam.
Saat ini polisi masih mendalami peran Ableh dalam kematian Mujianto. Semantara pelaku lainnya, Andrianto (36) alias Bairi 36 mengaku pembunuhan tersebut karena emosi. Sebelumnya dirinya, Ableh dan Mujianto sempat mabuk-mabukan di area Stadiun Kanjuruhan, Senin (9/5) malam.
Saat mabuk itulah, Mujianto memukul kepalanya menggunakan helm sebanyak tiga kali. Akibatnya sempat terjadi keributan. Setelah kejadian tersebut, masing-masing pulang ke rumah kostnya.
“Kami kemudian jemput dia (Mujianto) di rumah kostnya di Pakisaji,” tutur Andrianto.
Ableh mengemudian motor, Mujianto di tengah dan Andrianto di belakang. Saat itu Mujianto tidak bisa menolak maupun berontak, karena sudah dalam keadaan mabuk berat. Keduanya sudah merencanakan untuk menghabisi Mujianto.
Sesampai di lokasi, Andrianto dan Ableh menghajar Mujianto dengan tangan kosong. Mata dan muka Mujianto menjadi sasaran. Belum puas, kepala Mujianto dibentur-benturkan ke beton pintu air.
“Waktu itu dia belum meninggal,” ucap Andrianto.
Untuk memastikan Mujianto benar-benar tewas, Andrianto melepaskan ikat pinggang yang dipakai Mujianto. Ikat pinggang tersebut kemudian diikatkan ke leher Mujianto.
Sementara ujung lainnya diikatkan di pegangan pintu air, hingga posisi tubuh Mujianto duduk setengah menggantung. Setelah yakin Mujianto tewas, keduanya meninggalkan lokasi tersebut.
Tubuh Mujianto ditemukan Selasa (10/5) pukul 04.30 wib oleh warga yang akan membuka pintu air. Polisi sempat kesulitan melacak identitasnya, karena tidak ada satu pun yang ada di tubuhnya selains ebuah korek api.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/pembunuhan_20160512_203649.jpg)