Surabaya

Miris, Siswi SMP Dicabuli Sejak Usia 4 Tahun

AS mulai mengajak teman-temannya mencabuli dan menyetubuhi korban pada April 2016 lalu. Pencabulan dan persetubuhan pertama dilakukan di pos kamling.

Penulis: Zainuddin | Editor: fatkhulalami

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Kasus yang menimpa bocah berinisial Zr (12) cukup memprihatinkan. Zr diduga mengidap hyper sex.

Zr berasal dari keluarga broken home. Ibu Zr pernah menjadi wanita penghibur di Dolly. Pekerjaan ini pula yang menyebabkan orang tua Zr bercerai. Bapaknya menikah dengan wanita lain di Kediri. Sedangkan ibunya menjalin hubungan dengan pria lain.

Sejak saat itu Zr hidup bersama neneknya di sekitar Jalan Kalibokor. Orang tuanya tidak pernah mempedulikan nasib Zr.

Zr sudah tidak asing dengan hubungan suami istri itu. Zr sudah mengenal hubungan suami-istri (pasutri) sejak masih balita. Zr menjadi korban pencabulan pertama saat berusia empat tahun. Pelakunya adalah tetanggannya sendiri AS yang sekarang berusia 14 tahun. Awalnya AS hanya mencabuli korban yang masih balita itu. AS baru menyetubuhi Zr pada awal 2015.

AS mulai mengajak teman-temannya mencabuli dan menyetubuhi korban pada April 2016 lalu. Pencabulan dan persetubuhan pertama dilakukan di pos kamling. Selanjutnya pencabulan dan persetubuhan dilakukan di stasiun di Ngagel dan makam yang tidak jauh dari rumah mereka.

“Berdasar hasil visumnya, luka robeknya cukup parah. Kelihatan kalau mereka (tersangka, red.) sering melakukan hubungan itu,” kata Kanit PPA Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni, Kamis (12/5/2016).

Informasi yang dihimpun Surya, Zr sudah mengalami hyper sex. Korban sering memainkan kelamin teman prianya saat berkumpul bersama teman-temannya.

Tanpa menyinggung hyper sex yang dialami korban, Ruth mengungkapkan Zr kecanduan pil koplo atau LL. Dia tidak dapat memastikan sejak kapan korban mengalami kecanduan pil koplo. Berdasar pengakuan korban, Zr mulai menelan pil koplo sejak berusia empat tahun. Tapi Zr baru mulai kecanduan saat duduk di kelas VI SD.

Sekarang Zr duduk di bangku kelas VII SMP. Setiap menenggak pil koplo, Zr biasa menengak 10 pil. Teman-temannya memang tahu bila Zr sering menenggak pil koplo. Tapi tidak ada yang tahu bila Zr sudah kecanduan pil koplo. Apalagi Zr menelan sampai 10 pil.

Menurut Ruth, korban sering minta pil koplo kepada teman-temannya. Bila memang butuh pil koplo banyak, korban mengamen. Uang hasil mengamen ini digunakan untuk membeli pil koplo.

“Korban biasanya membeli pil koplo seharga Rp 30.000,” tambahnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved