Banyuwangi

Kisah Haru Kakek Aris, Kayuh Sepeda 517 KM Demi Nonton Tour de Ijen

Dengan sepeda yang diberi bendera Merah Putrih di bagian boncengannya, Aris pun berangkat ke Banyuwangi.

Harian Surya/Haorrahman
Kakek Aris, menerima jersey kehormatan dari Bupati Banyuwangi, Azwar Anas. 

SURYAMALANG.COM - International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) menjadi daya tarik tersendiri bagi sejumlah orang.

Kakek berusia 78 tahun, Aris Widodo, misalnya, mengayuh sepedanya dari Pacitan menuju Banyuwangi, atau sejarak 517 kilometer, hanya untuk nonton even olah raga ini.

"Saya tahu kalau di Banyuwangi ada balap sepeda setelah baca Koran Surya. Akhirnya saya putuskan berangkat ke Banyuwangi," kata Aris, Kamis (12/5/2016).

Aris pun berangkat naik sepeda kesayanganya ke Banyuwangi. Dengan sepeda yang diberi bendera Merah Putrih di bagian boncengannya, Aris pun berangkat ke Banyuwangi.

Menurut Aris, balap sepeda ITdBI ini dirasanya cukup prestisius. Karena di ajang yang telah memasuki tahun kelima itu, berkumpul banyak orang yang cinta pada olahraga bersepeda.

"Saya merasakan kecintaan yang sama dengan mereka. Meski pun sekarang saya sudah tidak muda lagi, rasanya pengen ikut naik ke Gunung Ijen sambil bersepeda bareng pembalap-pembalap itu,” kata Aris bersemangat.

Aris mengatakan, bersepeda kini menjadi hiburan satu-satunya. Apalagi setelah istrinya meninggal dunia seratus hari yang lalu, ‎hanya bersepeda yang bisa menghibur kesedihannya.

"Anak dan cucu saya bisa memahami hobi saya ini," kata Aris.

Sepeda berwarna merah yang menjadi tunggangan setianya tersebut diberi oleh seorang rekannya 23 tahun yang lalu.

Hingga kini kondisinya masih nyaman dipakai dan Arif pun benar-benar merawatnya dengan baik. Sepeda itu bersama Aris sejak 1993 lalu.

Halaman
123
Penulis: Haorrahman
Editor: Aji Bramastra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved