Rabu, 6 Mei 2026

Kediri

Sebulan Hilang, Ngadimun Tergeletak di Kebun Tebu Dikerubuti Lalat dan Belatung

Setelah dicari ternyata sumber bau busuk berasal dari mayat yang tergeletak di kebun tebu.

Tayang:
Penulis: Didik Mashudi | Editor: musahadah
Tribunnews.com
ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Ngadimun (77) yang menghilang dari rumahnya sejak sebulan lalu ditemukan sudah menjadi mayat di kebun tebu milik Asad, warga Desa Mranggen, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri, Senin (16/5/2016).

Penemuan mayat itu tidak sengaja saat Handoyo (32) dan Endik (30) buruh tani warga desa setempat sedang membersihkan kebun tebu.

Keduanya mencium bau busuk saat mulai membersihkan daun tebu.

Setelah dicari ternyata sumber bau busuk berasal dari mayat yang tergeletak di kebun tebu.

Posisi mayat saat ditemukan tengkurap serta dikerubuti lalat dan belatung.

Kasus itu kemudian dilaporkan kepada perangkat desa setempat yang diteruskan kepada petugas Polsek Purwoasri.

Kedua saksi yang menemukan mayat semula tidak mengenali jika mayat yang ditemukan adalah Ngadimun.

Korban dikenali sebagai Ngadimun setelah didatangkan Slamet (40), salah satu anaknya.

"Saya kenal dengan ciri-ciri bapak yang rambutnya telah beruban," ungkapnya.

Slamet menuturkan, jika ayahnya sejak 15 April 2016 pergi meninggalkan rumah tanpa pamit.

Keluarga sudah mencari namun tidak ditemukan.

Hilangnya Ngadimun kemudian dilaporkan ke Mapolsek Purwoasri pada 16 April 2016.

Saat meninggalkan rumah Ngadimun tidak pamit kepada anaknya. Apalagi kondisi Ngadimun karena sudah tua juga sudah pikun.

Kasubag Humas Polres Kediri AKP Bowo Wicaksono saat dikonfirmasi suryamalang.com menjelaskan, dari hasil olah TKP dan identifikasi mayat tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan.

Selanjutnya petugas membawa mayat Ngadimun ke RS Bhayangkara untuk divisum.

Petugas telah meminta keterangan saksi-saksi termasuk keluarga korban.

Dari penjelasan keluarga, korban sudah pikun dan sering meninggalkan rumah tanpa pamit.

Sebelum meninggalkan rumah rambutnya baru potong.

Selain itu dari ciri fisik, betis kakinya mengecil, struktur gigi bagian depan atas ompong.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved