Lamongan
Maslamah Histeris, Anak Gadisnya Tergantung di Belandar Kamar
Sebelum kejadian, korban sejak sore tidak ke luar dari kamarnya, seperti hari biasanya.
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: musahadah
SURYAMALANG.COM, LAMONGAN - Belum diketahui masalahnya, Dzihni Islami (19), mahasiswi perguruan tinggi swasta di Lamongan ditemukan tewas bunuh diri di kamarnya, Dusun Banjar, Desa Kradenanrejo, Kecamatan Kedungpring.
Korban kali pertama diketahui ibunya, Maslamah (39) saat mengetuk pintu kamar korban yang tidak ada respon, Senin (16/5) sekitar pukul 22.00 WIB.
Sebelum kejadian, korban sejak sore tidak ke luar dari kamarnya, seperti hari biasanya.
Ibu korban mulai curiga karena tidak terdengar akitivitas apapun di dalam kamar.
Tetapi Maslamah mencoba tidak mengganggu anaknya dalam kamar yang dianggapnya sedang belajar.
Sekitar pukul 22.00 WIB, Maslamah memberanikan diri mengetuk pintu kamar anaknya dan memintanya makan.
Sebab sejak sore korban diketahui belum makan apapun yang sudah disiapkan di meja makan.
Karena dari dalam kamar tidak ada respon apapun, kemudian Maslamah mengintip dari samping kamar.
Ternyata Maslamah melihat korban sudah dalam keadaan tergantung di belandar kamarnya.
Leher terikat tali putih pramuka dengan belandar rumah.
Tahu itu, Maslamah menjerit histeris dan memanggil saksi M Ardianto (17) meminta bantua untuk membukan pintu kamar korban.
Karena dikunci dari dalam, dan tidak ada lagi kunci gandanya, Ardianto terpaksa mendobrak pintu itu.
Dari petunjuk yang ada, korban mati bunuh diri. Sebelum menggantung, korban naik kursi terlebih dahulu untuk mengikat lehernya.
Paur Subbag Humas , Ipda Raksan membenarkan kematian korban akibat bunuh diri. Ada luka jerat di leher, lidah menjulur, sampai mengeluarkan kotoran.
“Polisi masih mencari tahu penyebab korban sampai harus mengakhiri hidupnya dengan cara seperti itu. Tapi jelas matinya karena bunuh diri,”ungkap Raksan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/bunuh-diri-kompas_20150917_164830.jpg)