Malang Raya

Jurnalisme Warga Kian Trend, Ini Tips Menulis Agar Jangan Sampai Terjerat Kasus Hukum

#Malang - Jurnalisme warga menjadi salah satu bahasan dalam Bazar Media yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Malang, lalu ini hasilnya

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.COM/Sri Wahyunik
Suasana Bazar Media AJI Malang di Universitas Widyagama Malang, Senin (28/5/2016). 

SURYAMALANG.COM, BLIMBING - Jurnalisme warga menjadi salah satu bahasan dalam Bazar Media yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Malang di Universitas Widyagama Malang, Sabtu (28/5/2016).

"Jurnalisme warga saat ini menjadi trend, tetapi rentan terkena persoalan hukum karena karya jurnalis warga tidak dilindungi oleh UU Pers," ujar Ika Ningtyas, narasumber dialog bertema 'Cerdas Menjadi Jurnalis Warga' dalam acara yang diadakan untuk memperingati HUT ke-11 AJI Malang itu.

Ika yang juga ketua AJI Kota Jember ini menginisiasi berdirinya publikana.com, website berbasis desa yang dikelola karang taruna Desa Sumbermulyo Kecamatan Pesanggaran Kabupaten Banyuwangi.

Karenanya, Ika menyarankan kepada jurnalis warga untuk membuat karya secara bijak.

Dua tips penting dibagikan jurnalis perempuan itu, yakni menulis atau membuat karya berdasarkan peristiwa yang terjadi dan berdasarkan pengamatan langsung.

"Lebih baik membuat karya yang berdasarkan peristiwa dan pengamatan langsung, hal itu untuk menghindari tuduhan pencemaran nama baik," tegasnya.

Ia juga menyarankan kepada jurnalis warga untuk tidak tidak mengurusi urusan privat, dan lebih menyoroti urusan publik.

Sementara itu, Sekretaris AJI Indonesia Arfi Bambani menambahkan tumbuhnya media digital memicu tumbuhnya produk jurnalisme warga. 'Kekuatan media digital juga menumbuhkan fenomena jurnalis warga ini," tegasnya.

Meskipun tidak dilindungi oleh UU Pers, lanjut Arfi, warga yang membuat karya melalui jurnalisme warga dilindungi oleh UU Kebebasan Berekspresi.

Bazar Media AJI Malang juga menghadirkan anggota Dewan Pers Imam Wahyudi. Imam berbicara tentang 'Mewujudkan Pers bebas dan Berkualitas'.

Imam menyoroti tentang peran penting masyarakat untuk bersikap kritis terhadap pemberitaan media.

"Karena masyarakat berhak mendapatkan berita yang benar, berimbang, dan tidak hanya berita comot sana comot sini," ujarnya.

Imam mencontohkan media di beberapa daerah di Jawa Timur yang diindikasikan hanya media abal-abal. "Karena isinya hanya fitnah dan tidak berimbang. Bahkan ada yang dimiliki oleh preman," tegasnya.

Ciri media yang menghasilkan berita yang baik, lanjutnya, antara lain beritanya berimbang, juga tidak memfitnah.

Bazar Media AJI Malang akan digelar hingga Minggu (29/5/2016). selain menggelar dialog, BazMed juga menggelar sejumlah workshop pemotretan memakai ponsel dan pembuatan film dokumenter, serta workshop jurnalisme televisi.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved