Breaking News:

Blitar

Awas, Wabah Flu Singapura Serang Anak-anak di Blitar, Kenali Gejalanya

Kebanyakan penderita penyakit ini susah makan karena mulutnya perih jika kemasukan makanan atau air sehingga menyebabnya stamina anaknya mudah ngedrop

SURYAMALANG.COM/Imam Taufiq
Ratih (25), saat menjaga anaknya yang kena flu Singapura, di RSUD Ngudi Waluyo, Wlingi, Senin (30/5/2016) siang. 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Cuaca yang tak menentu selama beberapa hari ini, diharapkan para orangtua untuk memaspadai perkembangan kesehatan anaknya. Terutama terkait mewabahnya penyakit flu Singapura.

Sebab, di Kabupaten Blitar saat ini, tercatat ada sekitar 361 anak di bawah usia 10 tahun terserang penyakit yang dikenal dengan nama hand, foot, and mouth disease (HFMD) ini. Jumlah penderita sebanyak itu tersebar di beberapa kecamatan.

Diantaranya, di Kecamatan Srengat, terdapat 91 penderita, Kecamatan Wlingi terdapat 61 penderita, Kecamatan Talun terdapat 51 penderita. Untuk sementara, ketiga kecamatan itu masuk kategori jumlah anak penderita flu Singapura terbanyak.

"Itu laporan Minggu (29/5) kemarin dan bisa jadi sekarang ini kian banyak jumlah penderitanya karena penyakit itu mudah dan cepat menular. Jumlah penderita sebanyak berdasarkan laporan dari puskemas. Itu belum termasuk penderita yang dirawat jalan, mereka tak dilaporkan," kata dr Christine Indrawati, Kabid P2MK (Pengendalian Penyakit dan Masalah Kesehatan), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar, Senin (30/5/2016).

Menurutnya, para penderita sebanyak itu sampai kini baru dirawat di puskemas. Sebab, penyakit jenis ini tak membahayakan dan akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu tujuh hari. Itu dengan cacatan, asal daya tahan tubuh anaknya bagus atau tak menurun.

"Namun, kebanyakan penderita penyakit ini susah makan karena mulutnya perih jika kemasukan makanan atau air sehingga menyebabnya stamina anaknya mudah ngedrop," ujarnya.

Karena itu, papar dia, bila sampai tujuh hari, si penderitanya belum sembuh, sebaiknya segera dibawa ke dokter. Sebab, bisa jadi anak itu mengalami dehidrasi karena enggan makan atau minum selama terkena penyakit tersebut.

Diharapkan masyarakat juga mengenali gejala munculnya penyakit ini. Di antaranya, ditandai demam tinggi, nyeri persendian, dan munculnya bintik merah bernanah bening.

Bercak berair itu hampir sama dengan penyakit cacar air. Namun bedanya, kalau cacar air itu bercaknya memenuhi sekujur tubuh. Tapi, kalau flu Singapura itu hanya terdapat pada bagian tertentu, seperti di telapak tangan, telapak kaki, dan mulut.

"Imbasnya, itu membuat penderitanya lemas dan enggan bergerak karena tubuhnya terasa nyeri semua," paparnya.

Penulis: Imam Taufiq
Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved