Malang Raya

BLH Malang Bakal Teliti Pencemaran dari PT Greenfields

“Saat itu terbukti aplikasi pemanfaatan limbah ke tanah tersebut tidak ada masalah. Namun kami akan memeriksa titik-titik tertentu yang dimanfaatkan,"

Penulis: David Yohanes | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM/David Yohanes
Limbah yang meluber ke jalan. 

SURYAMALANG.COM, NGAJUM - Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Malang, Tridiyah Maestuti mengatakan, pihaknya akan memeriksa pencemaran yang dipakukan PT Greenfields, perusahaan susu yang ada di Desa Babadan, Kecamatan Ngajum.

Baca juga Kali Babadan Malang Diduga Tercemar Limbah, Penyebabnya. . .

Tim kecil akan diturunkan Senin (30/5/2016) pagi hari, untuk memeriksa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) milik PT Greenfields.

“Sebenarnya kami mau turun langsung hari Jumat (27/5/2016) lalu, tapi waktu itu masih hujan. Semoga besok tidak hujan sehingga kami bisa memeriksa kondisi di lapangan,” tutur Tridiyah, sat dihubungi Minggu (29/5/2016).

Tridiyah mengaku sudah minta penjelasan dari PT Greenfields. PT Greenfiedls juga mengakui ada limbah yang mengalir ke jalan dan sungai. Namun belum dipastikan, dari mana sumber pencemaran tersebut.

Sebelumnya PT Greenfields dan warga mengajukan izin aplikasi pemanfaatan limbah ke tanah. Izin yang diajukan 2014 tersebut sudah disetujui. Sebab aplikasi PT Greenfields terbukti tidak menimbulkan pencemaran.

“Saat itu terbukti aplikasi pemanfaatan limbah ke tanah tersebut tidak ada masalah. Namun kami akan memeriksa titik-titik tertentu yang dimanfaatkan warga,” terang Tridiyah.

Secara teknis, PT Greenfields mempunyai sebuah lagoon (danau) penampungan limbah. Dari danau ini, limbah dialirkan dengan pipa ke instalasi biogas dan pemanfaatan pupuk milik warga. Titik-titik sambungan inilah yang diduga bocor.

“Kami harus berpacu dengan hujan. Karena kalau sampai hujan, limbah akan meluas kemana-mana,” pugnkas Tridiyah.

Sebelumnya, Jumat (27/5/2016) limbah dari PT Greenfields mengalir deras ke perkebunan kopi milik warga. Namun aliran limbah yang tak terkendali ini, juga mengalir ke jalan dan Kali Babadan yang ada di perbatasan Dusun Petungroto dan Maduarjo. Limbah cairan kotoran sapi dan kencing sapi ini membuat aliran kali yang semua jernih, menjadi coklat dan berbau, serta mengeluarkan buih.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved