Kota Malang

Penduduk Kota Malang Bertambah 1,58 Persen Tiap Tahun

#KotaMalang - Jumlah penduduk Kota Malang terus bertambah tiap tahun. Alasannya...

Penulis: Sany Eka Putri | Editor: Adrianus Adhi
Tribunnews
Ilustrasi. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Penduduk Kota Malang dari tahun ke tahun terus bertambah. Hal ini sesuai data yang didapat Surya melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Malang.

Pada tahun 2015 hingga akhir Desember penduduk Kota Malang sebanyak 881.794 jiwa. Sedangkan hingga akhir April 2016 penduduk Kota Malang sebanyak 887.443 jiwa.

Kepala Sesi Informasi Dispendukcapil Kota Malang, Sudarmanto mengatakan setiap bulan pasti penduduk Kota Malang mengalami pertumbuhan.

“Tidak ada sejauh ini penduduk di Kota Malang berkurang. Selalu mengalami kenaikan. Karena pada dasarnya Kota Malang kota pendidikan. Pasti banyak yang hijah ke sini,” ujarnya saat ditemui Surya di kantornya, Senin (30/5/2016).

Pertambahan penduduk yang terjadi ini sekitar 1,58 persen. Bertambahnya penduduk di Kota Malang ini banyak disebabkan karena adanya pendatang baru.

Meskipun Dispendukcapil tidak turun langsung ke lapangan untuk mendata penduduk Kota Malang, akan sangat terlihat dari masyarakat yang mengurus kependudukan baru.

Ia menuturkan, bahwa sesuai UU 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, yakni setiap orang yang tinggal disuatu tempat bukan tempat asalnya lebih dari satu tahun harus terdaftar atau memiliki KTP sebagai warga di tempat yang saat ini disinggahi.

“Sejauh ini tidak banyak orang yang tahu. Tetapi kami berusaha untuk bersosialisasi dengan RT dan RW di setiap kelurahan,” imbuhnya.

Dari lima kecamatan di kota Malang, yang terlihat banyak penduduknya ialah Kecamatan Kedungkandang dna Kecamatan Sukun.

Kedua kecamatan ini paling banyak penduduknya karena selain wilayahnya yang luas dan letaknya pinggiran juga banyak dibangun perumahan baru.

Banyak yang pindah lokasi tempat tinggal ke kedua kecamatan ini. Namun, tetap kepadatan penghuni perkilometer terjadi di Kecamatan Klojen.

Penghapusan KIPEM
Sejak tahun 2012, Kartu Penduduk musiman (KIPEM) di Kota Malang sudah dihapus. Hal ini dirasa sangat tidak efektif. Karena KIPEM hanya sekedar sebagai tanda pengenal saja dan tidak berfungsi selayaknya KTP.

Kabid Kependudukan Dispendukcapil Kota Malang menuturkan, penghapusan KIPEM ini tidak maksimal untuk pendataan penduduk di Kota Malang.

“Kami tetap mengarahkan kepada penduduk baru atau pendatang baru agar mengurus kartu kependudukan. Karena kalau hanya sekedar KIPEM tidak maksimal dan tidak bisa memanfaatkan pelayanan publik,” tuturnya.

Apabila memiliki KTP di mana tempat tinggal, lanjutnya, akan memudahkan mengurus segala urusan. Semisal ketika akan membuka rekening, tidak harus ditempat awal.

Lalu, apabila terjadi kecelakaan atau mengurus pendidikan, bisa diurus tanpa harus kembali dulu ke tempat awal.

Ia menambahkan, apabila selesai urusan di Kota Malang, maka bisa mengurus lagi surat kepindahan. Hal ini sangat dianjurkan untuk yang bekerja di Kota Malang, atau memiliki usaha di Kota Malang.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved