Sabtu, 11 April 2026

Blitar

Puting Beliung Menerjang Blitar, Bibit: Saya Berlari Keluar Rumah Saat Genting Berjatuhan

#Blitar Belasan rumah di Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur rusak parah.

Penulis: Imam Taufiq | Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.COM/Imam Taufiq
Anggota Koramil Ponggok dan warga bergotong royong membersihkan bangunan rumah yang diterjang puting beliung, Selasa (31/5). 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Hujan deras disertai angin kencang yang berlangsung Senin (30/5/2016) siang kemarin, menyebabkan belasan rumah di Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur rusak parah.

Data di Kecamatan Ponggok, ada 25 rumah yang terkena angin puting beliung dan satu sekolahan. ini tersebar di empat desa, yakni Desa Pojok, terdapat 16 rumah yang rusak, dan sekolah SDN Pojok 1.

Di Desa Ponggok, terdapat tujuh rumah dan satu ambruk yakni rumah milik Bibit (47). Dua lagi, di Desa Kawedusan dan Desa Kebonduren, masing-masing terdapat satu rumah, yang rusak.

Yusuf (67), warga Desa Pojok, menuturkan, Senin kemarin itu, hujan turun sejak siang atau sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, belum ada angin meski hujan turun dengan lebat.

Baru dua jam kemudian, ia mulai resah dan waswas karena hujan deras itu disertai angin kencang. Saking kencangnya, suara angin itu membuatnya ketakutan.

"Suara angin itu kencang. Tak lama kemudian, teras rumah saya ambruk, sehingga saya langsung lari keluar, untuk menyelamatkan diri karena takut rumah saya juga kena puting beliung. Saat itu saya di rumah sendirian karena anak dan istri saya sedang ke rumah neneknya," tutur Yusuf.

Saat lari keluar rumah itu, ia malah lebih kaget lagi karena mendengar suara keras dari rumah Bibit, yang ada di samping kiri rumahnya.

Ternyata, rumah klenengan itu ambruk dan rata dengan tanah. Bersamaan itu, Bibit terlihat lari keluar, sehingga selamat meski rumahnya ambruk. "Saya langsung lari keluar rumah saat mendengar suara genting berjatuhan," tutur Bibit.

Selasa (31/5/2016) siang itu, anggota Koramil Ponggok bersama warga setempat bergotong royong membersihkan bangunan rumah Bibit yang ambruk itu.

Kejadian serupa dialami Ny Alfia (68), warga Desa Pojok. Meski dapur rumahnya ambruk, ia mengaku masih beruntung karena tak terluka.

Saat terjadi hujan deras siang itu, ia berada di dapur, untuk merebus air buat minum di tungku, sekalian menghangatkan tubuhnya.

Begitu mendengar suara angin kencang, ia langsung mematikan apinya, dan lari ke ruang tengah. Bersamaan itu, dapur rumahnya tertimpa pohon Kenongo berdiameter 60 centimeter. "Untungnya, saya cepat lari ke dalam rumah, saat mendengar angin kencang itu," paparnya.

Selain memporakporandakan rumah, angin juga menerjang tanaman warga, termasuk pohon yang ada di pekarangan warga. Hujan baru reda sehabis isyak. Namun demikian, suasananya sangat gelap karena listrik di Kecamatan Ponggok itu padam.

Ahmad Kholik, Camat Ponggok, mengatakan, meski terdapat banyak rumah yang rusak, namun tak ada korban jiwa.

Untuk rumah yang rusak, pihaknya akan mengajukan dana perbaikan ke bupati. "Siang ini, kami bersama TNI dan warga bergotong royong, membersihkan bangunan rumah yang rusak dan ambruk. Untuk yang masih bisa diperbaiki, langsung diperbaiki dengan gotog royong,". pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved