Jumat, 10 April 2026

Kediri

Dewan Kesehatan Rakyat Jawa Timur Beri Bantuan Inkubator untuk Andrian

#Kediri Dewan Kesehatan Rakyat Jawa Timur memberi bantuan Inkubator untuk Andrian Dwi Nugroho

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.COM/Didik Mashudi
Arif Witanto dari Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Jatim menyerahkan bantuan kotak inkubator dari dermawan kepada keluarga bayi Andrian, Selasa (7/6/2016). 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Bayi Andrian Dwi Nugroho yang terlahir prematur, dan menderita gizi buruk mendapat bantuan kotak inkubator, Selasa (7/6/2016).

Dengan kotak inkubator yang diserahkan Arif Witanto dari Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Jawa Timur itulah Andrian akan dirawat keluarga di Desa Kaporan, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo.

Sebelumnya bayi berusia 1,5 bulan dengan berat badan 1,25 kg itu harus menjalani perawatan di ruang bayi RSUD dr Hardjono Ponorogo.

Andrian sejak umur sebulan sudah ditinggal ibunya Fita Indrawati yang meninggal karena sakit jantung dan sesak napas. Akibatnya, Andrian tidak lagi mendapat asupan ASI sehingga kondisi kesehatannya terus memburuk.

Bantuan kotak inkubator ini akan sangat membantu orangtuanya merawat Andrian. Karena jika terus dirawat di rumah sakit biayanya terus membengkak.

Terlebih ayahnya Tukirin hanya buruh tani dengan penghasilan yang tidak pasti. Karena mendapatkan asupan susu formula, berat badannya tak kunjung naik malah menderita gizi buruk.

Andrian sudah menjalani perawatan di dalam inkubator rumah sakit selama 48 hari. Karena Andrian tidak dijamin dalam BPJS, biaya perawatannya telah mencapai Rp.15.500.000.

Tukirin sendiri mengharapkan seluruh pembiayaan anaknya mendapatkan bantuan pemerintah. Karena penghasilannya sebagai buruh tani tak mampu melunasi seluruh biaya anaknya.

Setelah dibantu pamong desa akhirnya biaya perawatan Andrian mendapatkan keringanan selama 17 hari.

Sementara Siti Ruliyah kerabat Tukirin berterima kasih karena mendapatkan bantuan inkubator. Dengan kotak inkubator keluarganya akan merawat bayi Andrian.

Sementara Arif Witanto berharap aparat Dinas Kesehatan Ponorogo melalui petugas puskesmas tetap memantau kesehatan bayi Andrian. Karena setelah pulang dari rumah sakit kondisi bayi masih lemah dan memprihatinkan, berat badannya hanya 1,25 kg

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved