kediri

Operasi Pasar Diprotes Pedagang, Ini Alasannya

"Pembeli tidak lagi mendatangi toko pracangan tapi langsung beli di lapak truk yang parkir di Pasar Bandar,"

SURYAMALANG.COM/Didik Mashudi
Antrean masyarakat yang membeli sembako pada saat operasi pasar di Pasar Bandar, Selasa (7/6/2016). 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Operasi pasar sembako yang digelar Bulog bekerja sama dengan Disperindag Kota Kediri mulai diprotes para pedagang pasar. Karena dampak operasi pasar membuat dagangannya tidak laku.

Seorang pedagang sembako di Pasar Bandar mengakui dagangannya menjadi sepi pembeli sejak digelar operasi pasar. Karena konsumen tidak lagi membeli di toko, tapi di truk yang parkir di halaman Pasar Bandar.

"Pembeli tidak lagi mendatangi toko pracangan tapi langsung beli di lapak truk yang parkir di Pasar Bandar," ungkap pedagang yang enggan menyebutkan namanya kepada Surya, Selasa (7/6/2016).

Para pembeli itu rata-rata ibu rumah tangga yang selama ini menjadi langganannya. Karena harga di kios toko dengan harga operasi pasar selisihnya sangat jauh sehingga pembeli beralih.

Seperti harga gula pasir di kios toko rata-rata masih dijual Rp 15.000 per kg. Sementara gula pasir operasi pasar dijual Rp 11.750 per kg.

Demikian pula harga beras premium operasi pasar juga lebih rendah dibanding yang dijual di toko. Beras satu sak isi 5 kg di toko dijual Rp 50.000, pada operasi pasar dijual Rp 43.500.

Kedua komoditi itu yang paling banyak terjual pada operasi pasar yang digelar Bulog Kediri. Para pedagang kios pasar itu meminta jam operasional operasi pasar diperpendek tidak lebih jam 8.00 WIB sudah harus ditutup.

Salah satu alasan meminta pelaksanaan operasi pasar dibatasi karena pedagang sembako terlanjur kulakan sembako dengan harga tinggi. Seperti gula pasir dibeli dengan harga Rp 14.500 per kg, sehingga masih menjual dengan harga Rp 15.000 per kg.

Selain disampaikan langsung, pedagang sembako juga ada yang mendatangi Kantor Dinas Pasar dan Kantor Disperindag Kota Kediri. Intinya pedagang meminta operasi pasar waktunya dibatasi tidak sampai siang hari.

Kepala Disperindag Kota Kediri Drs Yety Sisworini saat dikonfirmasi Surya mengakui munculnya protes para pedagang sembako tersebut.

"Pedagang memang ada yang protes pelaksanaan operasi pasar. Namun karena kegiatan ini untuk kepentingan umum tidak dapat dibatasi waktunya," ungkapnya.

Pelaksanaan operasi pasar di Kota Kediri digelar di Pasar Bandar dan Pasar Setono Betek mulai pukul 6.00 WIB sampai selesai. Namun rata-rata dalam waktu satu jam stok beras dan gula pasir sudah langsung habis terjual.

Sementara permintaan tepung terigu dan minyak goreng sudah mulai terjadi lonjakan. Namun stok yang disiapkan saat operasi pasar masih mencukupi.

Pelaksanaan Operasi Pasar ini sempat ditinjau Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar yang datang bersama dengan Kepala Kantor Bank Indonesia Kediri Djoko Raharto. Antrean panjang pembeli masih mewarnai pelaksanaan operasi pasar yang menjual beras, gula pasir, minyak goreng dan tepung terigu

Penulis: Didik Mashudi
Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved