Oknum Polisi Lecehkan Siswi SMK

Kronologi Oknum Polisi di Batu Lecehkan Siswi SMK Kota Malang Saat Ditilang

Polres Batu mengatakan pelecehan siswi SMK ini karena kekhilafan dan kesalahan sebagai manusia biasa.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Adrianus Adhi
Tribun Pontianak
Ilustrasi Pelecehan Seksual 

SURYAMALANG.COM, BATU - Sejumlah anggota aktifis Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT) mendatangi pos Polisi lalu lintas alun-alun Kota Batu pada Kamis (9/6/2016).

Kedatangan mereka bersama DSS (16) salah satu siswi SMK swasta Kota Malang kelas 1 untuk mengklarifikasi atas tindakan dugaan pelecehan kekerasan verbal yang dilakukan salah satu oknum Polantas Polres Batu di pos alun-alun.

Sesampai di pos alun-alun, mereka dipersilahkan masuk dan duduk di kursi yang ditemui sejumlah anggota Satlantas Polres Batu.

Ketua JKJT, Tedjo Bawana langsung menyampaikan maksud kedatangannya ke Pos Polantas alun-alun.

"Kami datang untuk mengklarifikasi persoalan yang dialami anak DSS ini," kata Tedjo saat di pos alun-alun Kota Batu, Kamis.

Selanjutnya, Tedjo Bawana ditemui Kasatlantas Polres Batu, AKP Inggit Prasetyo didalam ruangan tertutup.

Sementaraa, oknum anggota Satlantas yang diduga melakukan pelecehan terhadap DSS masuk ke ruangan lain dengan dijaga sejumlah anggota Satlantas Polres Batu..

"Meski hal itu sebatas kalimat kekerasan verbal saja dan belum ada tindakan nyata, tapi itu sudah membuat DSS trauma dan seharusnya tidak boleh dilakukan seorang anggota institusi kepolisian," kata Tedjo.

Dijelaskan Tedjo, kejadian pelecahan ini berawal saat operasi cipta kondisi lalu lintas Satlantas Polres Batu di Jalan Semeru pada Sabtu (4/6/2016).

DSS (16) terjaring operasi tersebut. DSS saat itu membonceng. Pengemudinya GF (22).

Kala itu mereka diketahui tidak membawa STNK dan tidak memiliki SIM, sepeda motorpun ditahan polisi, lalu dibawa ke pos lantas alun-alun kota Batu.

Ketika di dalam pos tersebut, GF ditawari titip uang sidang. GF juga diminta cari bantuan untuk dapat uang hingga akhirnya keluar pos untuk menelpon sejumlah temannya.

DSS ditinggal di dalam pos satlantas sendirian dengan oknum petugas tersebut.

"Ketika berdua itulah terjadi pelecehan berupa kalimat kekerasan verbal yang dilakukan oknum polisi pada DSS hingga anak tersebut trauma," ucap Tedjo.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved