Oknum Polisi Lecehkan Siswi SMK
Pengakuan Siswi SMK yang Dilecehkan Oknum Polisi Batu, Katanya: Kami Sempat Diajak. . .
Lelaki ini ditawari uang Rp 50.000 untuk naik angkot, lalu diminta mengembalikan Rp 300.000 dan teman perempuannya harus ditinggal
Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.COM, BATU - Dugaan pelecehan kalimat oknum Polantas Polres Batu kepada DSS (16) membuat siswi salah satu SMK Swasta Kota Malang ini ketakutan.
"Kami sempat diajak, masak disayang polisi nggak mau. Pak Polisi bilang begitu, tapi nggak sempat pegang-pegang, hanya kata-kata saja," kata DSS saat di Pos Lantas Alun-alun Kota Batu, Kamis (9/6/2016).
Sedangkan teman yang membonceng DSS, GF (22), warga Kecamatan Sukun, Kota Malang persoalan itu berawal dari operasi Polisi di Jalan Semeru Kota Batu.
Saat itu, dirinya dihentikan karena tidak memiliki SIM dan tidak membawa STNK dan sepeda motor di tahan.
Dirinya bersama DSS diarahkan datang ke Pos Lantas di alun-alun kota Batu dimana sepeda motornya diamankan disitu untuk mendapat kartu tilang.
Selanjutnya ia masuk ke dalam ruang Pos lantas bersama DSS. Di dalam salah satu ruangan, sudah ada satu oknum Polantas.
Di situ oknum Polantas mempersilahkan titip sidang pelanggaran SIM dan STNK Rp 250.000 untuk dua pasal pelanggaran atau menjalani sidang dengan denda sampai Rp 500.000.
Oknum Polantas juga menawarkan bisa membantu dengan membebaskan denda dan sepeda motor bisa dikembalikan asalkan DSS ditinggal.
"Kami tidak mau, bagaimanapun DSS harus tetap bersama saya, berapapun uang denda sampai sejutapun akan kami carikan bantuan, kami bilang begitu pada oknum polantas itu," katanya.
Selanjutnya, GF berusaha menelepon teman-temannya di Malang mencari bantuan dan meninggalkan DSS didalam ruang bersama oknum Polisi tersebut.
Setelah kembali masuk, dirinya ditawari uang Rp 50.000 untuk naik angkot mencari bantuan ke temannya di Kota Malang, lalu minta dikembalikan Rp 300.000. Rinciannya Rp 50.000 uang yang dipinjamkan dan Rp 250.000 uang titip sidang.
Hanya saja, dirinya diminta turun sendirian ke Kota Malang mengambil STNK dan meninggalkan DSS.
"Mendengar itupun kami tidak bisa terima, dan akhirnya kami keluar pos dan ajak DSS jalan-jalan sebentar cari pinjaman uang, dan akhirnya dapat pinjaman uang Rp 20.000 untuk naik angkot ke Kota Malang dan langsung ke tempat pak Tedjo," ucapnya.
Tedjo yang ia maksud adalah Tedjo Bawana, kordinator Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT).
"Melihat kondisi psikologis DSS yang menangis karena masih anak-anak itu kami yakin hal itu pasti dialaminya, makanya kami tindak lanjuti dengan mengklarifikasi ke oknum Polantas di pos Alun-alun kota Batu ini," tutur Tedjo.
Tedjo menambahkan DSS mengaku menerima perkataan pelecehan kekerasan verbal tersebut dari oknum Polantas dengan menangis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/siswi-smk-diajak-berhubungan-intim-polisi-saat-ditilang_20160609_185751.jpg)