Jendela Dunia

Obral Tembakan, 50 Orang Tewas! Dering Ponsel Bersahutan dari Tubuh Para Korban Yang Tewas

aksi penembakan yang Omar Mateen itu menewaskan 50 orang dan menyebabkan 53 lainnya terluka

REPRO BIDIK LAYAR ORLANDO SENTINEL
Lokasi penembakan di klub malam Pulse, Orlando, Amerika serikat 

SURYAMALANG.COM, AMERIKA SERIKAT - Keriuhan pesta dengan ingar-bingar musik di klub malam Pulse di Kota Orlando, Amerika Serikat, Minggu (12/6/2016) dini hari, seketika berubah menjadi keriuhan yang menakutkan.

"Mulai dari satu tembakan, lalu terdengar banyak sekali suara tembakan, bang.. bang.. bang," ungkap salah satu saksi mata dalam wawancara video yang dilansir Orlando Sentinel, Senin (13/6/2016).

Kesaksian serupa dituturkan disc jockey yang bertugas memandu musik saat itu, Ray Rivera.

"Saat sempat mengecilkan suara, kemudian saya nyalakan lagi, tapi saya lalu matikan musik saat suara tembakan semakin menjadi," kata Rivera.

"Keadaan saat itu sangat kacau, banyak sekali orang yang lalu berlindung di balik tempat saya bekerja. Saat melihat ada kesempatan saya mengajak mereka semua keluar," sambung Rivera.

Seperti yang telah diberitakan, aksi penembakan yang dilakukan seorang diri oleh pemuda berusia 29 tahun, Omar Mateen, itu menewaskan 50 orang dan menyebabkan 53 lainnya terluka dalam serangan.

Pemandangan yang tak kalah mengerikan adalah ketika para saksi mengaku mendengar suara puluhan ponsel dari tubuh para korban yang bergelimangan di lantai saat itu.

Ponsel-ponsel itu berdering dalam waktu yang hampir bersamaan. Namun, tentu, tak ada satu pun dari pemilik ponsel itu yang menjawab panggilan tersebut.

Seperti dilaporan laman VOA, para kerabat dengan terisak memberi tahu para wartawan di tempat kejadian bahwa mereka tidak tahu apakah anggota keluarga mereka hidup atau mati.

Sementara itu, pemilik klub malam Pulse, Barbara Poma, mengeluarkan pernyataan yang mengatakan ia terpukul, dan menyebut klubnya adalah sebuah tempat penuh cinta dan diterimanya komunitas gay.

Halaman
12
Editor: eko darmoko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved