Malang Raya
Kata Dinas PU, Jalan Kembar Ki Ageng Gribik, Kota Malang Mulai Dibangun Usai Lebaran
“Karena ini pekerjaan gede. Jadi harus cepat dikerjakan supaya selesai tepat waktu,”
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM, KEDUNGKANDANG - Pembangunan jalan kembar Ki Ageng Gribig, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang , Jawa Timur akan dimulai Juli 2016 mendatang. Saat ini seluruh proses mekanismenya sudah rampung.
Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan (DPUPPB) Kota Malang sudah melemparkan berkas itu ke UPT Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).
“Sudah siap tender,” kata Kepala DPUPPB Djarot Edy Sulistyo, Kamis (15/6/2016).
Namun, di situs LPSE Kota Malang, lelang pembangunan jalan senilai Rp 50 miliar itu belum tampak di laman lelang situs itu. Pihak DPUPPB mengklaim seluruh berkas mulai dari detail engeeniring detail engineering design (ded) hingga seluruh rancangan perencanaan.
Waktu pasti pelaksanaan pembangunan itu diusahakan tak jauh dari waktu usai Lebaran. Dana pembangunan yang besar, kata Djarot, membuat pengerjaan mesti diutamakan supaya dana yang ada bisa terserap.
Sekadar mengingat kembali, pembiayaan pembangunan jalan kembar itu diperoleh dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang dikucurkan pemerintah pusat tahun ini.
“Karena ini pekerjaan gede. Jadi harus cepat dikerjakan supaya selesai tepat waktu,” imbuhnya.
Sebenarnya, target Juli ini mundur dari target yang sebelumnya dipatok, yakni pertengahan Mei. Kemunduran ini akibat proses penyusunan ded yang memakan waktu cukup lama.
Djarot menerangkan, penyusunan ded cukup kompleks disebabkan banyaknya hal yang perlu diteliti.
Hasil penyusunan ded menunjukkan, lebar jalan kembar itu nantinya masing-masing delapan meter untuk satu ruas jalan. Ruas jalan antara keduanya akan diberi taman selebar lebih dari lima meter. Sementara di bagian bawah pedestrian juga akan dibangun drainase besar. Ia menyebut, drainase besar ini cukup untuk mengatasi genangan air yang sering terjadi di lokasi sekitar tempat itu.
“Titik sambung jalan itu dengan pintu keluar Tol Mapan (Malang-Pandaan). Pintu keluar itu nanti rencanannya ada di sekitar arah Velodrom. Begitu keluar dari gate, kendaraan arah Malang dan Pandaan akhirnya masuk dan lewat jalan kembar itu,” terang dia.
Hanya saja, pembangunan jalan itu untuk menyentuh rencana titik keluar tol masih terkendala lahan milik Pemerintah Kabupaten Malang. Ia mengatakan, antara jalan kembar yang akan dibangun dengan rencana titik pintu tol terputus oleh lahan milik Pemkab yang panjangnya hanya sekitar 176 meter saja. Untuk mengatasi hal ini, DPUPPB akan berkonsultasi dengan Pemerintah Provinsi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/pkl-malang_20160229_190842.jpg)