Sabtu, 25 April 2026

Jagad Aneh

Terkenal Angker, Patung Tentara ini Sampai Dipotong Bagian Tangannya!

"Bila malam-malam anda berjalan sendirian di koridor... mereka akan mulai bergerak dan bicara..

Penulis: Aji Bramastra | Editor: Aji Bramastra
dailymail.co.uk
Patung tentara di gedung akademi militer di La Paz, Bolivia. Diyakini angker sampai harus dipotong bagian tangannya. 

SURYAMALANG.COM - Mempercayai hal-hal berbau klenik ternyata juga ada di dunia kemiliteran.

Setidaknya, itu terjadi di Amerika Selatan, tepatnya di negara Bolivia.

Sekelompok taruna (kadet) tentara di Bolivia, membuat heboh media setempat setelah mereka mengaku ketakutan berada di sebuah bangunan akademi militer di La Paz, ibu kota Bolivia.

Mereka mengklaim, ada satu patung tentara yang terkenal angker di bangunan tersebut.

Ketika malam hari, patung yang mengenakan pakaian tentara kuno Bolivia itu bisa berbicara, bahkan berjalan sendiri.

Yang parah, menurut para taruna, patung itu bisa menyerang mereka.

Para kadet meyakini patung itu dirasuki oleh arwah.

Nah, karena takut patung itu mengganggu mereka, para taruna mengaku terpaksa memotong bagian tangan patung itu, agar tak bisa melukai mereka.

"Kami harus memotong tangannya, lalu meletakkannya dalam kotak kaca, sehingga patung ini tak bisa melukai kami," kata Moises Borja,seorang taruna, ketika diwawancarai oleh stasiun televisi setempat, Panamericana Television.

Beberapa taruna punya pengakuan yang sama : bahwa patung ini bisa bergerak, bahkan menggunakan senjata api.

"Beberapa taruna di bagian utara asrama mengatakan pada malam hari, mereka selalu mendengar langkah orang berjalan di koridor," tambah Borja.

Sementara kadet lain, Edilberto Parra, meyakini, bahwa asrama akademi militer yang mereka tempati di la paz, memang angker dan banyak didiami arwah.

Ia pun mengklaim pernah mendengar sendiri patung dan foto bisa berbicara.

"Bila malam-malam anda berjalan sendirian di koridor, di antara foto para Presiden, dan patung-patung pahlawan, mereka akan mulai menanyai anda. "Apa yang kamu lakukan di sini?," atau "Mengapa kamu berjalan seperti itu?,"," kata Parra.

Para petinggi akademi militer di La Paz dikabarkan belum bersedia menanggapi berita ini.

Tapi, dalam wawancara singkat, mereka yakin itu hanya khayalan para taruna saja. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved