Pamekasan
Ngeri, Telapak Tangan Pelajar ini Hancur Akibat Ledakan Petasan
“Bisa jadi salah satu sumbu petasan itu ada yang pendek, sehingga ketika Hidayat menyalakan api, salah satu petasan itu keburu meledak,"
Penulis: Muchsin | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM, PAMEKASAN – Meski menyalakan petasan sudah dilarang karena berbahaya, masih saja ada yang nekat bermain petasan. Seperti yang dilakukan Hidayat (19), warga Dusun Marajan, Desa Pangoraian, Kecamatan Proppo, Pamekasan, Madura.
Dua petasan ukuran sedang dan besar yang dinyalakan ini meledak di tangan kanannya. Akibatnya, siswa kelas III, SMKN 1, Pamekasan, telapak tangannya hancur. Jari kelingkingnya putus. Dua ujung jari manis dan ujung jari tengah hancur, saat Hidayat menyalakan petasan di sekitar rumahnya, Kamis (7/6/2016) sore.
Tim medis RSUD Slamet Martodirjo, Pamekasan, yang menangani kondisi luka Hidayat akibat ledakan petasan, memperkirkan akan mengamputasi jari kelingking, berikut jari manis dan jari tengahnya, lantaran luka yang yang diderita cukup parah.
Menurut Mohtar (43), paman korban, mengatakan, selama dua hari ini korban bersama teman-temannya menyalakan petasan di pinggir sawah. Ia dan beberapa saudaranya sudah meminta agar korban berhenti menyalakan petasan.
Ketika diminta berhenti, korban menuruti dan pulang kemudian tidak pergi ke mana-mana. Tapi sebelum kejadian, korban ke luar sendirian dan pergi ke pinggir jalan desa dekat rumahnya, membawa dua petasan ukuran sedang dan bersar.
Selanjutnya dua petasan itu digandeng jadi satu, lalu disulut.
“Bisa jadi salah satu sumbu petasan itu ada yang pendek, sehingga ketika Hidayat menyalakan api, salah satu petasan itu keburu meledak, sehingga ledakannya mengenai tangannya,” kata Mohtar, kepada Surya.
Kemudian keluarga korban membawa ke RSUD Slamet Martodirjo, Pamekasan untuk mendapatkan perawatan. Sementara beberapa keluarga korban menunggu di luar dengan wajah sedih.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/petasan_20160707_195335.jpg)