Malang Raya

Lima Perangkat Desa di Dampit Ditahan Polres Malang

Kepala Desa Rembun, Ahmad Soleh, sudah divonis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)

Lima Perangkat Desa di Dampit Ditahan Polres Malang
Kompasiana
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, DAMPIT - Lima perangkat Desa Rembun, dan seorang warga Desa Rembun Kecamatan Dampit ditahan Polres Malang, Rabu (13/7/2016). Enam orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus Program Nasional Agraria (Prona) tahun 2012.

Enam orang tersebut adalah Suyono, Kusmiar, Wiyono, Paiman, Nyana dan Jupri Akhir. Mereka resmi ditahan sekitar pukul 13.00 WIB. Sebelumnya, penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Malang sudah menetapkan enam orang tersebut sebagai tersangka.

Namun beberapa kali pemanggilan, mereka tidak pernah datang menemui penyidik. Hari ini merupakan panggilan terakhir buat mereka. Jika tidak datang, maka polisi akan melakukan penjemputan paksa.

“Langsung kami tahan setelah kami mintai keterangan. Mereka sudah berstatus tersangka dan semua berkas sudah lengkap,” terang Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Adam Purbantoro.

Adam memastikan, proses penahanan sudah sesuai prosedur. Jika tidak ada kendala, maka pekan depan berkas perkara mereka akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kepanjen. Data yang dirilis Polres Malang sebelumnya, ada delapan tersangka.

Dengan demikian masih ada dua tersangka yang belum ditahan. Keduanya adalah Sts dan Smj. Para tersangka disangka menerima gratifikasi dari warga.

“Program Prona itu kan sebenarnya gratis. Tapi mereka menarik iuran dari warga,” tambah Adam.

Setiap warga dimintai iuran rata-rata Rp 1 juta per orang hingga terkumpul dana Rp 315 juta. Sebelumnya, Kepala Desa Rembun Ahmad Soleh sudah divonis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Surabaya, dua tahun enam bulan dan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan.

Penulis: David Yohanes
Editor: eko darmoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved