Malang Raya

5 Perangkat Desa Ditahan Polisi Karena Bermasalah, Camat Dampit Ajukan Penangguhan Penahanan

“Kami hanya memfasilitasi saja. Penjaminnya tetap dari pihak keluarga,” ungkap Camat Dampit, Suliadi

5 Perangkat Desa Ditahan Polisi Karena Bermasalah, Camat Dampit Ajukan Penangguhan Penahanan
kompasiana
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, DAMPIT - Camat Dampit, Kabupaten Malang, mengajukan penangguhan penahanan terhadap lima perangkat Desa Rembun, yang ditahan dalam kasus korupsi Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) tahun 2012. Penangguhan penahanan dimaksudkan agar pelayanan di Desa Rembun tidak terganggu.

“Kami hanya memfasilitasi saja. Penjaminnya tetap dari pihak keluarga,” ungkap Camat Dampit, Suliadi, saat dihubungi Jumat (15/7/2016).

Lanjut Suliadi, pihaknya memang membuat surat pengajuan penangguhan penahanan. Langkah tersebut sebagai bentuk tanggung jawab, karena Camat sebagai penanggung jawab pemerintahan di bawahnya.

Alasannya, lima perangkat tersebut masih aktif dan dibutuhkan tenaganya untuk pelayanan. Namun Suliadi siap menerima apa saja keputusan dari kepolisian.

“Yang penting kami sudah mengajukan permohonan. Terserah nanti penegak hukum bagaimana keputusannya,” tambahnya.

Diakui, kehilangan lima perangkat tersebut sangat mempengaruhi pelayanan di Desa Rembun. Jika nanti permohonan penahanan tersebut ditolak, Suliadi akan memaksimalkan perangkat yang tersisa.

Namun jika personil yang tersisa masih tidak cukup, pihak Kecamatan Dampit akan memberikan tenaga bantuan.

“Fokus kami memastikan fungsi kemasyarakatan dan pelayanan tetap berjalan semestinya. Kalau memang dibutuhkan, kami akan backup tenaga dari kecamatan,” tandasnya.

Selain lima perangkat yang ditangkap, Desa Rembun saat ini belum punya kepala desa definitif. Sebab kepala Desa Rembun, Ahmad Soleh sudah lebih dulu masuk penjara dalam perkara yang sama.

Soleh divonis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Surabaya, dua tahun enam bulan dan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan. Soleh terbukti menerima gratifikasi pengurusan sertifikat lewat Prona hingga Rp 315 juta.

Sebelumnya, lima perangkat tersebut dan seorang warga Desa Rembun ditahan Polres Malang, Rabu (13/7/2016). Mereka terjerat dalam perkara yang sama.

Penulis: David Yohanes
Editor: eko darmoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved