Malang Raya

Polres Malang Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Warga Sulawesi Selatan

Iptu Sutiyo yang memimpin jalannya rekonstruksi mengatakan, ada 41 adegan yang dilakukan

Polres Malang Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Warga Sulawesi Selatan
SURYAMALANG.COM/David Yohanes
Ngowos dan Khotib memeragakan adegan membunuh Asri 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Satreskrim Polres Malang melakukan rekonstruksi pembunuhan ayah dan anak, Muhammad Kanu (62) alias Haji Mamat dan Muhammad Asri (34), asal Desa Macinnae, Kecamatan Paleteng, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Jumat (15/7/2016).

Dalam rekonstruksi tersebut terungkap, kekejaman M sebagai otak komplotan. Saat ini M masih dalam pengejaran kepolisian.

Peran M digantikan oleh seorang penyidik. Adegan pembunuhan yang dilakukan M, dibuat berdasar pengakuan tiga tersangka, Gagah Widiansyah (28) Dian Andreanto alias Khotib (25) dan S (17) alias Ngowos.

M terlihat dengan cermat menunggu saat Kanu lengah. Saat Kanu setengah membungkuk, M memukul kepala atasnya dengan sebongkah batu.

Begitu Kanu tertelungkup, kepala belakangnya dipukul lagi. Tubuh Kanu masih dibalikkan, kemudian dahinya dihajar lagi dengan batu.

Beberapa kali M juga memukulkan batu berdiameter sekitar 20 meter tersebut ke Kanu. Tangan Kanu kemudian dipuntir hingga patah.

“Semuanya dia lakukan sendiri,” ucap Khotib.

Setelah Kanu tidak berdaya, Ngowos membantu M mengangkat tubuh Kanu ke dalam mobil. Peran Ngowos juga tidak kalah kejinya.

Meski masih anak-anak, Ngowos diketahui mempunyai peran paling banyak dalam proses pembunuhan tersebut.

Ngowos yang awalnya meringkus Asri, sebelum dipukul oleh Khotib. Bersama Khotib, Ngowos membunuh Asri.

Iptu Sutiyo yang memimpin jalannya rekonstruksi mengatakan, ada 41 adegan yang dilakukan. Rekonstruksi ini untuk mencocokan antara hasil penyidikan, dengan praktik di lapangan.

Selain itu, rekonstruksi juga untuk mengungkap peran masing-masing tersangka.

“Intinya kita lihat urutan kejadian dan peran masing-masing, kemudian dicocokkan dengan hasil pemeriksaan,” ungkap Sutiyo.

Penulis: David Yohanes
Editor: eko darmoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved