Breaking News:

Jendela Dunia

Dikudeta Militer, Presiden Turki Kabur ke Luar Negeri Naik Jet Pribadi

"Kudeta itu dilancarkan kelompok minoritas dalam militer. Mereka akan menghadapi reaksi yang sepadan," kata Erdogan

Penulis: Adi Sasono | Editor: eko darmoko
dailymail.co.uk
Seorang pendukung Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, berdiri untuk menghadang tank militer. 

SURYAMALANG.COM, TURKI - Militer Turki membunuh 17 personel polisi sebagai bagian dari upaya kudeta terhadap pemerintahan Islam di negara itu.

Dilaporkan MailOnline, Sabtu (15/7/2016), militer juga menyerang sejumlah tempat.

Mereka juga menembaki warga sipil yang sedang menyeberangi Sungai Bosporus dalam aksi massa menentang kudeta itu.

PM Turki, Binali Yildirim mengatakan kepada para jurnalis, "Kami tidak akan membiarkan upaya (kudeta) itu, sekalipun mereka (militer) bilang sudah menguasai segala sesuatunya."

Sementara itu, Presiden Turki Recep Erdogan yang bersembunyi di sebuah hotel menggunakan acara FaceTime untuk menggalang kekuatan sipil melawan kudeta itu.

Ia menyerukan para pendukungnya agar mengabaikan jam malam.

"Kudeta itu dilancarkan kelompok minoritas dalam militer. Mereka akan menghadapi reaksi yang sepadan," kata Erdogan.

Meski menyerukan perlawanan terhadap kudeta, diyakini Erdogan sudah kabur ke luar negeri menggunakan jet pribadi.

Gedung parlemen pun tak luput dari serangan.

Sebuah bom meledak di gedung parlemen dan melukai sejumlah polisi yang berjaga.

Menurut saksi mata, ledakan itu sangat kuat sehingga mengguncang gedung gedung di sekitarnya.

Sebelumnya, militer mengumumkan telah menguasai negara.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved