Malang Raya

Tersangka Gratifikasi Proyek Prona Desa Rembun, Malang, Kembalikan Uang Pengganti

"Dari total dana tersebut, yang diperlukan untuk program Prona hanya Rp 103 juta. Selebihnya tidak dapat dipertanggung-jawabkan," ungkap Yunianto

Tersangka Gratifikasi Proyek Prona Desa Rembun, Malang, Kembalikan Uang Pengganti
SURYAMALANG.COM/David Yohanes
Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Kepanjen, Yunianto Tri Wahyono 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Enam tersangka Proyek Operasi Agraria Nasional (Prona) Desa Rembun, Kecamatan Dampit dilimpahkan dari penyidik Kepolisian ke Kejaksaan Negeri Kepanjen, Kabupaten Malang, Selasa (19/7/2016). Mereka kemudian dititipkan ke Rutan Medaeng Surabaya.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Malang, Yunianto Tri Wahyono mengatakan, para tersangka membantu mengumpulkan uang gratifikasi hingga total Rp 315 juta.

"Dari total dana tersebut, yang diperlukan untuk program Prona hanya Rp 103 juta. Selebihnya tidak dapat dipertanggung-jawabkan," ungkap Yunianto.

Lima tersangka sudah mengembalikan uang pengganti, masing-masing Rp 10 juta. Sedangkan satu tersangka belum mengembalikan uang pengganti.

"Meski mengembalikan uang, namun tidak serta merta menghapus tindak pidana mereka. Namun setidaknya akan menjadi pertimbangan hukum," tambah Yunianto.

Sebelumnya Kepala Desa Rembun, Ahmad Soleh telah lebih dulu dipenjara dalam kasus yang sama.

“Ini merupakan split (pemisahan) dari perkara yang sama. Enam tersangka ini membantu Kepala Desa untuk menghimpun uang dari peserta Prona,” sambungnya.

Para tersangka akan dijerat Pasal 11 dan Pasal 12 Undang-undang nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Penulis: David Yohanes
Editor: eko darmoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved