Breaking News:

Blitar

11 Laptop di SMK Negeri 1 Kabupateh Blitar Lenyap, Pencuri Tinggalkan Bercak Darah

"Kemungkinan pelaku nggak sampai masuk ke dalam ruangan lab, namun cukup beraksi dari luar. Caranya, ya pelaku merogohkan tangannya ke dalam lemari"

Penulis: Imam Taufiq | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Imam Taufiq
Petugas saat melakukan olah TKP 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Pencuri yang beraksi di SMK Negeri 1 Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar ini terbilang cerdik. Betapa tidak, mesti tak bisa masuk ke ruangan laboratorium karena terhalang tralis besi yang terpasang di kusen jendela, namun pelaku berhasil menggondol 11 laptop dari dalam lemari.

Diduga, pelaku yang beraksi dari luar ruangan itu merogohkan tangannya melalui lubang ventilasi. Selanjutnya, tangannya merogoh ke dalam lemari setelah kaca lemarinya dipecah. Cuma, cara memecah kaca lemari itu yang jadi tanda tanya petugas karena dipastikan cukup sulit.

Di TKP tak ditemukan petunjuk yang berarti kecuali bercak darah. Diduga, tangan pelaku terluka akibat terkena pecahan kaca saat merogoh laptop dari dalam lemari tersebut.

"Kemungkinan pelaku nggak sampai masuk ke dalam ruangan lab, namun cukup beraksi dari luar. Caranya, ya pelaku merogohkan tangannya ke dalam lemari, untuk mengambil 11 laptop, setelah kacanya dipecah," kata AKP Sapto Rahmadi, Kapolsek Kademangan.

Aksi pencurian ini diperkirakan berlangsung Kamis (21/7/2016) dini hari, namun baru diketahui sekitar pukul 09.00 WIB. Itu diketahui saat ada guru yang akan memakai ruangan tersebut. Namun, ia kaget karena melihat lemari yang dipakai menyimpan laptop itu kacanya pecah. Ditambah, laptop yang ada di dalam lemari itu raib.

"Anehnya, kaca jendela tak pecah, meski berhasil dicongkel jendelanya. Namun, pelaku tak bisa masuk karena terhalang tralis besi jendela tersebut," ujarnya.

Meski tak bisa menerobos tralis besi, namun aksi pencurian ini terbilang cukup rapi. Sebab, dua penjaga sekolahan itu tak sampai memergokinya.

"Tiap malam, sekolahan itu dijaga dua penjaga Nofembi (37) dan Novianto (35). Namun, kok aneh, keduanya tak mengetahui ada pencuri," ungkap Joko Marsono (53), Kasek SMKN 01 Kecamatan Kademangan.

Hasil olah TKP, pelaku masuk ke lokasi sekolahan tersebut, diperkirakan dengan cara melompat pagar sekolah yang setinggi 4 meter. Kemungkinan, ia melompat dari belakang gedung sekolahan, karena di pintu depan sekolah itu dijaga dua orang, yang berada di pos penjagaan.

Berhasil melompati pagar batako, pelaku mencongkel jendela ruangan lab, dengan maksud mengincar ratusan laptop. Namun, di luar dugaanya, di ruangan itu dilengkapi tralis besi. Tak mau gagal, pelaku tetap beraksi meski dari luar. Caranya, ia memecah kaca lemari, yang posisinya menempel tembok.

Kemungkinan, saat memecah kaca lemari, tangan pelaku dimasukkan melalui ventilasi jendela. Setelah kaca lemari pecah, pelaku mengeluarkan laptop dengan cara merogohkan tangannya, melalui ventilasi tersebut.

"Semua penutup lemari itu, dari kaca, termasuk, penutup belakangnya juga kaca. Jadi, laptop itu dirogoh dengan tangannya, kemudian dikeluarkan melalui lubang ventilasi. Sebab, kalau bisa masuk ruangan, kemungkinan yang dicuri tak hanya 11 laptop. Sebab, di ruangan itu ada sekitar 160 laptop," papar Joko.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved