Malang Raya

Pemerintah Akan Bikin Badan Otorita Pengelolaan Gunung Bromo

"Kalau nantinya terbentuk, pengelolaan pariwisata Bromo dilakukan oleh badan otorita tersebut," ujar John di sela-sela perayaan Yadnya Kasada

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: eko darmoko

SURYAMALANG.COM, PROBOLINGGO - Pemerintah akan membentuk badan otorita untuk pengelolaan pariwisata Gunung Bromo. Badan otorita itu nantinya melibatkan pemerintah pusat, juga empat kabupaten yang mengelilingi Bromo.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) John Kenedie mengatakan saat ini pemerintah masih menggodok badan otorita itu. "Kalau nantinya terbentuk, pengelolaan pariwisata Bromo dilakukan oleh badan otorita tersebut," ujar John di sela-sela perayaan Yadnya Kasada di Ngadisari, Probolinggo, Rabu (20/7/2016) malam.

Saat ini pengelolaan Bromo berada di bawah BB-TNBTS. Menurut John, dari 50 ribu hektar kawasan TNBTS, 430 hektar di antaranya sudah dimanfaatkan menjadi zona pariwisata. Tetapi jika nantinya Bromo memiliki badan otorita, maka pengelolaannya akan lebih fokus.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto menambahkan, keberadaan badan otorita itu akan semakin memberi kontribusi kepada masyarakat Tengger. "Badan otorita ini nantinya melibatkan empat kabupaten," ujar Anung. Keempat kabupaten itu adalah Probolinggo, Pasuruan, Malang, dan Lumajang.

Anung berharap badan otorita itu bisa terbentuk tahun ini. Sebelum badan otorita itu terbentuk, pihaknya terus menggenjot aneka fasilitas pariwisata di Desa Ngadisari, desa yang dihuni oleh suku Tengger.

Anung menyebut pihaknya menyiapkan Art Center. Keberadaan fasilitas pariwisata itu diharapkan bisa membuat wisatawan tinggal lebih lama di kawasan Bromo. Art center itu menampilkan kesenian warga Tengger, dan segala macam adat istiadatnya.

Anung menegaskan warga Tengger memiliki produk kesenian dan adat istiadat yang harus dijaga. "Warga Tengger ini unik, mereka menjaga keaslian tradisi tetapi tetap menerima modernitas," tegasnya.

Pemerintah menargetkan kunjungan satu juta wisatawan asing ke Bromo melalui empat pintu masuk baik dari Pasuruan, Probolinggo, Malang, maupun Lumajang.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved