Malang Raya

Polres Malang Kesulitan Menangkap Dalang Pembunuhan di Desa Dengkol

Menurut Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Adam Purbantoro, pihaknya kesulitan memburu Muher. Sebab Muher selalu berpindah-pindah lokasi.

Polres Malang Kesulitan Menangkap Dalang Pembunuhan di Desa Dengkol
SURYAMALANG.COM/David Yohanes
Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Adam Purbantoro 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Muher, otak pembunuhan dua warga Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan hingga saat ini belum tertangkap. Sikap tidak kooperatif keluarga Muher turut menghambat penangkapan Muher.

Menurut Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Adam Purbantoro, pihaknya kesulitan memburu Muher. Sebab Muher selalu berpindah-pindah lokasi. Di sisi lain, polisi kesulitan mendapatkan informasi dari keluarga Muher di Dampit.

“Keluarganya bersikap tidak kooperatif sehingga menyulitkan polisi mendapatkan informasi,” ungkap Adam, Kamis (28/7/2016).

Muher diketahui melarikan diri usai membunuh ayah dan anak, Muhammad Kanu (62) alias Haji Mamat dan Muhammad Asri (34). Menurut pengakuan tiga tersangka lain yang sudah ditangkap, Muher pamit menjual barang berharga milik korban. Lanjut Adam, Muher lari keluar Jawa Timur.

"Kita sudah mendeteksi keberadaan tersangka. Dugaan kita belum melarikan diri keluar dari Jawa Timur. Masalahnya, informasi sangat minim sehingga sulit menangkapnya," kata Adam Purbantoro.

Meski demikian, Adam masih menurunkan tim khusus yang memburu Muher. Sebab Muher adalah tersangka utama dalam kasus pembunuhan ini. Karena itu pihaknya akan mengejar Muher sampai kapan pun.

Adam juga menyiapkan strategi khusus untuk menangkap tersangka. Termasuk mencegahnya keluar dari wilayah Jawa Timur. Ditanya target penangkapan M, Adam mengatakan tidak bisa dipastikan.

“Mengejar buron selalu ada target. Namun kapan tertangkap, tidak bisa dipastikan,” tandasnya.

Mayat Kanu dan Asri ditemukan di saluran air Desa Dengkol, Kecamatan Singosari pada Jumat (7/5/2016) pagi. Dari hasil penyelidikan polisi, keduanya dibunuh oleh komplotan yang dipimpin Muher. Motif pembunuhan ini, karena ingin menguasai uang Rp 95 juta dan sejumlah perhiasan

Muher kabur usai melakukan pembunuhan bersama barang berharga milik korban. Sedangkan tiga temannya berhasil ditangkap. Mereka adalah Gagah Widiansyah (28) Dian Andreanto alias Khotib (25) dan S (17) alias Ngowos.

Penulis: David Yohanes
Editor: eko darmoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved