Malang Raya

Calon Tersangka Dana Bagi Hasil Cukai dan Tembakau dari Proyek Puskesmas Wagir, Malang?

Satreskrim Polres Malang tengah menyelidiki dugaan penyalahgunaan Dana Bagi Hasil Cukai dan Tembakau (DBHCT) di beberapa satuan kerja perangkat daerah

Calon Tersangka Dana Bagi Hasil Cukai dan Tembakau dari Proyek Puskesmas Wagir, Malang?
SURYAMALANG/David Yohanes
Kanit Tipikor, Satreskrim Polres Malang, Iptu Sutiyo. 

SURYAMALANG.COM, WAGIR - Satreskrim Polres Malang tengah menyelidiki dugaan penyalahgunaan Dana Bagi Hasil Cukai dan Tembakau (DBHCT) di beberapa satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemkab Malang. Bahkan sebentar lagi pihak kepolisian akan segera menetapkan tersangka.

Kepala Unit Tindak Pidana Korupsi (Kanit Tipikor) Polres Malang Inspektur Satu (Iptu) Sutiyo mengungkapkan, fokus penyelidikan pada pembangunan ruang paru dan jantung Puskesmas Wagir.

Proyek ini dikerjakan oleh CV Bagus yang beralamat di Jalan Raya Dusun Krajan RT07 RW02, Desa Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung. Dari hasil penyelidikan diketahui, CV Bagus tidak menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu.

“Proyek tersebut seharusnya sudah selesai pada Desember 2015. Namun hingga April 2015 proyek tersebut belum diselesaikan,” ungkap Sutiyo, Minggu (31/7/2016).

Lanjut Sutiyo, CV Bagus sudah membayar denda keterlambatan sebesar Rp 51 juta. Namun pembayaran denda tersebut dinilai tidak menghapus tindak pidananya.

"Pembayaran denda keterlambatan adalah ketentuan administrasi. Tidak akan menghapus tindak pidana korupsi," tegasnya.

Karena itu pihaknya tidak akan menghentikan penyelidikan. Pihaknya juga meminta hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), serta berkoordinasi dengan Dinas Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset (DPKKA) Kabupaten Malang.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan, Abdurrachman mengakui ada keterlabatan pengerjaan proyek Puskesmas Wagir yang diambil dari DBHCT. Namun pihaknya telah menerima pembayaran denda dari pelaksana proyek. Denda Rp 51 juta tersebut sudah disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.

“Sudah dibuatkan berita acara (pembayaran denda keterlambatan) dan uangnya langsung diserahkan ke Dinas Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset," terangnya.

Sebelumnya Dinas Kesehatan telah melelang dua proyek pembangungan ruang rawat inap dampak rokok pada November 2015. Dua proyek tersebut berada di Puskesmas Wagir, Kecamatan Wagir dan Puskesmas Ketawan, Kecamatan Gondanglegi.

Puskesmas Wagir mendapat alokasi sebesar Rp 677 juta, sedangkan Puskesmas Ketawang mendapat Rp. 600 juta. Melalui lelang CV Bagus memenangkan proyek di dua puskesmas tersebut.

Puskesmas Wagir dimenangkan dengan penawaran Rp 667.758.000. Sedangkan Puskesmas Ketawang dimenangkan dengan penawaran sebesar Rp 582.605.000. Namun pengerjaan dua proyek tersebut sama-sama molor.

Penulis: David Yohanes
Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved