Malang Raya
Tambah Fakultas Vokasi, Universitas Brawijaya Kirim Surat ke Menristek Dikti
"Kami memutuskan nama Fakultas Vokasi. Suratnya sudah dua hari lalu kami kirim ke Menristek Dikti di Jakarta mengenai permintaan penambahan OTK,"
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Pendidikan Vokasi Universitas Brawijaya (UB) Malang diusulkan menjadi Fakultas Vokasi. Bukan rencana semula bernama Fakultas Sains dan Terapan. Saat ini di UB masih bernama Pendidikan Vokasi.
"Kami memutuskan dengan nama Fakultas Vokasi. Suratnya sudah dua hari lalu kami kirim ke Menristek Dikti di Jakarta mengenai permintaan penambahan OTK (Organisasi dan Tata Kerja) di UB," jelas Muhammad Bisri, Rektor Universitas Brawijaya (UB) Malang kepada SURYAMALANG.COM, Senin (1/8/2016).
Pilihan Fakultas Vokasi karena sejauh ini nomenklatur vokasi di Indonesia belum ada standarnya. Di tiap PTN wadahnya berbeda-beda. Ada sekolah vokasi, ada prodi, ada pendidikan dan lainnya.
Namun berapa lama proses persetujuannya, ia menyatakan tergantung menteri.
"Tapi kalau bisa izin OTK-nya sudah bisa keluar Desember 2016. Sebab kalau di atas itu, maka Pendidikan Vokasi harus kembali ke fakultas-fakultas," tutur dia.
Karena itu, ia berharap bisa segera keluar sehingga Pendidikan Vokasi tidak kembali ke fakultas-fakultas. Alasannya terlalu ribet dan vokasi sudah mapan. Sehingga harapannya pada pemberian izin Fakultas Vokasi bisa disetujui menteri.
"Apalagi sebentar lagi juga ada seleksi mandiri untuk vokasi," paparnya.
Menurut dia, UB sudah siap menjadikan fakultas sendiri. Gedung vokasi untuk lab-labnya akan ditambah.
"Kita siapkan di kampus Dieng untuk lab vokasi," paparnya.
Sejauh ini, lanjut Bisri, peminat ke Vokasi masih tinggi. Namun ia tidak ingin menambah banyak mahasiswanya. Jika jadi fakultas, lanjutnya, menristek menyarankan maksimal jenjangnya hanya D4.
Sedang untuk jenjang S2 dan S3 untuk sains terapan tidak akan diadakan di Fakultas Vokasi kelak.
"Bagi-bagi tugaslah. Kan ada Polinema (Politeknik Negeri Malang). Kita maksimal D4 saja," jelasnya.