Rabu, 29 April 2026

Malang Raya

Jika Pembangunan Pasar Blimbing Molor Terus, Investor Ancam Mengalihkan Dana Rp 400 Miliar

“Ini PHP (Pemberi Harapan Palsu) namanya. Kami sebagai pengusaha perlu kepastian,”

Tayang:
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Samsul Hadi
Pasar Blimbing 

SURYAMALANG.COM, BLIMBING – Investor Pasar Blimbing, PT Karya Indah Sukses (KIS), mengancam akan mengalihkan dana konsorsium Rp 400 miliar apabila pembangunan Pasar Blimbing terus molor. Investor memberi tenggat waktu hingga pertemuan bersama antara pemerintah kota, investor, dan Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) yang dijanjikan akan digelar.

General Manager PT KIS Yusron Virmanzah mengatakan, sudah bertemu dengan Wali Kota Malang M Anton dalam sebuah acara, Senin (1/8/2016). Anton, kata dia, akan mengagendakan pertemuan bersama yang bakal membahas tentang tindak lanjut Pasar Besar. Namun, waktu pertemuan itu belum disepakati. Saat ingin menindaklanjuti pertemuan itu, wali kota tengah berada di luar kota.

“Kalau pertemuan Forpimda tidak ada keputusan, dana yang ada untuk pembangunan Pasar Blimbing akan kami alihkan ke daerah lain,” katanya, Selasa (2/8/2016). Proyek yang tengah ia bidik sebagai pengalihan dana konsorsium itu adalah pembangunan apartemen. Ia mengaku sudah mendapat lampu hijau dari pengembang di sana untuk menyalurkan dana.

Pilihan lain adalah penyaluran dana ke Banjarmasin. Akan tetapi, proyek di sana masih dalam tahap pembebasan lahan. Yusron menyebut, kemungkinan terbesar pengalihan dana apabila tak ada kesepakatan dalam rapat bersama Forpimda adalah proyek di Jakarta.

Jika hal itu terjadi, Yusron akan mengembalikan wewenang investor ke manajemen lama. Waktu delapan bulan sejak pertama ikut bergabung membiayai proyek itu sudah membuatnya merugi. Sejak Yusron bergabung dengan manajemen PT KIS, dana oprasional yang sudah dikeluarkan hampir Rp 2 miliar. Dana itu sebagain besar dipakai untuk mengaji para karyawan.

“Ini PHP (Pemberi Harapan Palsu) namanya. Kami sebagai pengusaha perlu kepastian,” ucap dia. Pernyataan pengalihan dana itu, tutur Yusron, akan disampaikan dihadapan wali kota dalam forum yang belum tanggal dan waktunya digelar itu.

Pembangunan Pasar Blimbing sudah molor lebih dari enam tahun. Dana yang sudah tersalur dalam proyek itu hingga kini sesuai yang tercantum dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) disebut mencapai Rp 68 miliar. Yusron masuk delapan bulan lalu karena pihak investor mengalami kesulitan keuangan. Ia menjabat sebagai general manager setelah resmi menjadi ketua pengguna anggaran konsorsium pembangunan Pasar Blimbing.

Niatan pengalihan dana itu tak sepenuhnya membuat Yusron pergi dari proyek pembangunan Pasar Blimbing. Ia menyebut, hanya dana yang sedianya ia salurkan saja yang akan dialihkan.

Sementara Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Subur Triono mengatakan, perlu kehati-hatian dalam membangun Pasar Blimbing. Masalah yang saat ini belum tersepakati antara pemkot, pedagang, dan investor harus diselesaikan sebelum relokasi. Jangan sampai, pembangunan Pasar Blimbing pada akhirnya bermasalah seperti pembangunan Pasar Dinoyo.

“Menurut saya, investor jangan main ancam (alihkan dana) karena perlu kehati-hatian dalam membangunan pasar itu. Lahan yang ada di pasar kan milik negara,” ucapnya.

Pembangunan Pasar Blimbing harus berdasar pada PKS yang sudah disepakati sebelumnya. Subur melanjutkan, dewan tetap mendorong agar pasar segera dibangun karena sudah molor terlalu lama. Tapi, pembangunan tak boleh juga dilakukan secara sembarangan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved