Malang Raya
Terminal Bayangan di Kota Malang Masih Menjamur, Inilah Yang Dilakukan Dinas Perhubungan
Wali Kota Malang M Anton menyebut, masalah terminal bayangan adalah salah satu pekerjaan rumah yang sulit tertuntaskan
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Terminal bayangan masih menjadi pekerjaan rumah Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang. Dari tahun ke tahun, penghilangan terminal bayangan masih belum bisa ditangani secara penuh. Beberapa titik yang sering dijadikan terminal bayangan antara lain daerah sekitar Stasiun Kota Malang, pertigaan Arjosari, dan daerah sekitar pertigaan Kacuk.
Pantauan SURYAMALANG.COM, Rabu (3/8/2016) sore, di Stasiun Kota Malang belasan angkutan kota (angkot) berhenti menunggu para penumpang. Angkutan jurusan AMG, ABG, dan AL mendominasi, berbaris di sisi utara stasiun. Lama angkutan berhenti di sana bervariasi. Bahkan, satu angkutan ada yang sampai berhenti hingga 20 menit lebih.
Para penumpang angkutan sore itu di dominasi para pelajar. Selain itu ada juga para pekerja. Ana, penumpang asal Desa Kendalpayak, Pakisaji, Kabupaten Malang, memilih naik angkutan AMG untuk menuju ke terminal Gadang sebelum oper ke angkutan desa menuju rumahnya.
“Setahu saya tidak semua angkot tertib sampai ke Gadang. Ada angkutan yang nanti di tengah jalan dioper ke angkutan lain kalau penumpangnya tinggal sedikit,” katanya, Rabu. Ana menyebut, angkot AMG adalah salah satu angkutan yang masih tertib mengantar penumpang sampai di titik akhir jurusan Gadang.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Kusnadi mengatakan, pembersihan terminal bayangan dilakukan secara bertahap. Ia menyebut daerah sekitar Stasiun Kota adalah titik paling ramai. Untuk menghilangkan terminal bayangan di sana memang tidak mudah. Ia menyebut, cara Dishub mengurangi jumlah angkot yang berhenti di sana adalah dengan menyiagakan petugas.
“Kami ada empat petugas yang ditempatkan di sana hingga jam enam sore,” kata Kusnadi.
Ia melanjutkan, selepas jam itu, pihaknya menyerahkan wewenang kepada pihak kepolisian. Cara paling ampuh menghilangkan terminal bayangan adalah dengan menyiagakan petugas di titik lokasi. Hal itu jugalah yang dilakukan saat tim penilai Wahana Tata Nugraha (WTN) berkunjung ke Kota Malang beberapa pekan lalu.
Penghilangan terminal bayangan juga diupayakan bukan hanya di titik yang dijadikan tempat pemberhentian angkot. Di sekitaran Stadion Gajayana, Dishub juga menyiagakan beberapa petugas untuk ‘mengusir’ para supir taksi yang berhenti menunggu penumpang di sana.
“Pas di bundaran sekitar tikungan itu kami sudah pasang petugas juga. Memang pada malam hari taksi-taksi masih banyak yang di sana. Mereka biasanya beristirahat saja. Kalau siang itu tidak ada,” sambungnya.
Wali Kota Malang M Anton menyebut, masalah terminal bayangan adalah salah satu pekerjaan rumah yang sulit tertuntaskan. Kepada Kusnadi, ia pernah mengatakan, pengentasan terminal bayangan adalah salah satu tolok ukur keberhasilan Dishub dalam menjalankan tugas. Hal itu disampaikan antara lain saat persiapan menyambut tim penilai WTN.
Salah satu dampak yang ditimbulkan dari terminal bayangan adalah kemacetan. “Evaluasi harus memberikan inovasi di Dishub, terutama untuk mengatasi kemacetan yang ada. Silahkan Dishub berkoordinasi dengan Forum Lalu Lintas, sangat bagus jika ada gebrakan di awal,” ujarnya.