Kamis, 9 April 2026

Malang Raya

Ada Keajaiban di Langit Indonesia pada 6 Agustus Malam, Perhatikan Cara Melihatnya

Langit-langit Indonesia akan menampilkan fenomena yang unik pada malam 6 Agustus 2016. Fenomena itu tampak bila. . .

Editor: Adrianus Adhi
KOMPAS.com / FITRI PRAWITASARI
Pemandangan malam di Kota Batu. 

SURYAMALANG.COM, JAKARTA - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengajak seluruh warga Kota Indonesia untuk merayakan pesona langit malam yang hilang.

Lewat kampanye "Malam Langit Gelap", LAPAN mengajak warga kota mematikan lampu di luar ruangan pada pukul 20.00 - 21.00.

Dilansir dari Situs Kompas.com, Kamis (4/8/2016), Kepala LAPAN, Thomas Djamaluddin, mengatakan, sejumlah keajaiban akan tampak jika seluruh warga kota ikut serta gerakan ini.

Keajaiban itu antara lain adanya gugus bintang 'Segitiga Musim Panas' yang terdiri dari bintang Vega, Deneb, Altair.

Ini merupakan bintang-bintang yang tersusun dalam bentuk segitiga dan sangat legendaris. Di Jepang, gugusan ini dikenal dengan 'Gingga'.

Seluruh Indonesia, termasuk Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu juga bisa melihat dengan mata telanjang rasi bintang Angsa (Cygnus), Salib Selatan (Cygnus), dan rasi Kalajengking (Scorpiro) pada malam itu.

"Khusus untuk Sabtu malam besok, kita juga bisa melihat Mars, Saturnus, dan bintang Raksasa Merah Antares yang membentuk segitiga," tambah Thomas.

Saturnus merupakan planet yang jarang bisa terlihat di tengah gemerlap cahaya kota.

Lalu, jika cahaya kota lebih redup, setidaknya titik cahaya Saturnus bisa terlihat. "Kalau cincinnya, harus memakai teleskop," kata Thomas.

Thomas mengungkapkan, gerakan mengatasi polusi cahaya bukan hanya perlu untuk mengamati keindahan benda langit, tetapi juga untuk riset dan manusia itu sendiri.

a

Rasi bintang yang akan terbentuk pada malam 6 Agustus nanti (Sumber Kompas.com)

"Sekarang, polusi cahaya itu sudah melanda 80 persen wilayah Bumi. Itu mengganggu bagi penelitian astronomi," jelasnya.

"Di Observatorium Bosscha di Bandung, dulu masih bisa melakukan penelitian pada obyek-obyek redup, sekarang sudah tidak bisa," imbuhnya.

Penelitian astronomi penting bagi eksistensi manusia. Hasil riset astronomi bisa menguak dunia baru sekaligus memberikan makna baru bagi kehidupan di Bumi.

Thomas menambahkan, pengurangan polusi cahaya malam hari juga membuat manusia lebih sehat.

"Sejumlah riset menyebut bahwa polusi cahaya menganggu tidur. Itu juga akan memengaruhi kesehatan," kata Thomas.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved