Malang Raya
Wali Kota M Anton Geram Soal Kecelakaan Carry vs Xenia, Karena ini
Anton ingin warga Kota Malang menuruti peraturan yang dibuat oleh pemkot. Ia menegaskan, bahwa peraturan uji rekayasa lalu lintas
Penulis: Sany Eka Putri | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Wali Kota Malang, M.Anton geram terhadap warga terkait kecelakaan beruntun di Jalan Mayjen Panjaitan yang melibatkan dua mobil, Sabtu (6/8/2016) malam, .
M Anton mengatakan, jalan itu yang seharusnya dijadikan jalur satu arah dan ada Perwalinya, bukan sembarang diberlakukan. Sudah melalui yang namanya kajian forum lalu lintas.
“Sewaktu dijadikan satu arah, bukan berarti mematikan ekonomi warga di sana, justru memudahkan bagi pengendara untuk mendapatkan parkir. Kalau ada yang bilang satu arah terus kendaraan melaju kencang, bukan itu dampaknya. Sekarang dua arah justru malah mempersempit kendaraan,” tutur dia, Minggu (7/8/2016).
Selain itu, karena saat ini sudah diberlakukan dua jalur, maka sisa marka jalan yang masih ada itu akan segera dihilangkan.
Tetapi sekali lagi, Anton ingin warga Kota Malang menuruti peraturan yang dibuat oleh pemkot. Ia menegaskan, bahwa peraturan uji rekayasa lalu lintas itu untuk mengatasi kemacetan.
“Jangan terus menuntut pemkot untuk mengatasi kemacetan, tetapi tidak mau diatur,” tegas dia.
Terkait perwali, untuk pencabutan jalur satu arah di Jalan Mayjen Panjaitan, pihaknya tidak bisa main cabut saja. Harus ada beberapa hal serta mekanisme yang ditelaah untuk pencabutan Perwali itu.
“Oke kalau warga menganggap jalur satu arah itu tidak baik, maka akan ada pencabutan perwali itu. Tapi tidak bisa asal main cabut saja. Nanti forum lalu lintas yang akan menyatakan pencabutan perwali itu,” pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/kecelakaan-malang_20160807_101837.jpg)