Lamongan
Diperdayai di Lamongan, Sopir Truk Dibuang di Pasuruan
Dalam perjalanan radius 1, 5 kilometer, korban ternyata merasakan kantuk yang luar biasa dan tak kuat lagi menahan hingga tak sadarkan diri.
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM, LAMONGAN - Penyidik Polres Lamongan kini sedang mengembangkan penyeledikan dibuangnya Kayat (47), sopir dump truk warga Pucakwangi RT 01/RW 01 Kecamatan Babat yang dibuang perampok di wilayah Grati, Pasurun.
Dump truk Mitsubushi warna kuning nopol S 8138 JF bermuatan batu kapur dari Baureno, STNK, uang tunai Rp 2 juta dan surat - surat kendaraan dibawa kabur pelaku.
Terungkap, Sabtu (6/8/2016) sedang mengirim batu kapur dari Baureno tujuan Sengkalang Kecamatan Baureno.
Dalam perjalanan menuju lokasi pengiriman, korban bertemu dengann tersangka depan Alfa Mart jalan raya Jombang - Babat.
Kepada korban, tersangka pesan batu kapur. Lantaran korban masih harus mengantarkan pesanan yang sedang diangkutnya, kepada pelaku, korban berjanji akan melayani kiriman satu jam lagi.
Benar, satu jam kemudian korban bertemu pelaku. Dan pelaku langsung ikut dalam satu kendaraan truk bersama korban menuju tempat galian batu kapur di Gajah, Baureno.
Selesai muat batu kapur pesanan itu, korban dan pelaku satu mobil menuju Deket, tempat yang dimaksud pelaku.
Di tengah perjalanan, pelaku minta berhenti mampir untuk makan soto, tepat di Dusun Bakalan Desa Bakalrejo Kecamatan Sugio.
Usai makan soto bersama, korban sama sekali tidak menaruh curiga sedikitpun kalau sedang diperdayai korban.
Dalam perjalanan radius 1, 5 kilometer, korban ternyata merasakan kantuk yang luar biasa dan tak kuat lagi menahan hingga tak sadarkan diri.
Entah bagaimana kejadian selanjutnya, selang sehari kemudian, Minggu (7/8/2016) korban sadar dan terbangun di wilayah Grati Pasuruan.
Kayat baru sadar kalau truk yang dibawanya, surat - surat penting dan uang tunai milik korban dibawa kabur oleh orang yang pesan batu kapur.
Kejadian yang dialami korban baru dilaporkan Senin (8/8/2016) ke Polres Lamongan.
Kepada penyidik, korban mengaku tidak tahu siapa sejatinya pelaku. Korban percaya, karena pelaku hanya pesan batu kapur dan minta diantar hari itu juga.
Kasubag Humas, AKP Ipung Abdul Muiz, Selasa (9/8/2016) menyatakan, polisi masih melakukan penyelidikan kasus ini.
"Ya ada segala kemungkinan yang sedang diselidiki. Sejumlah saksi sedang dimintai keterangan," katanya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/ilustrasi_20160809_131239.jpg)