Breaking News:

Malang Raya

Terkait Kota Wisata Halal, Restoran Inggil Kota Malang Punya Saran untuk Pemkot . . .

Konsekuensinya yang harus disediakan pemkot. Pemkot harus bisa menjamin bahwa itu benar-benar halal. Masalahnya, bagaimana cara mengetahuinya?

IST
Logo Kota Malang 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Pemilik Restoran Inggil, Dwi Cahyono, menyebut, tidak ada persiapan khusus untuk menyambut tim survei Kementerian Pariwisata. Ia hanya akan menjalankan bisnis restoran itu seperti biasanya. Untuk masuk dalam kategori restoran destinasi Kota Wisata Halal, Inggil ditunjuk oleh Pemkot Malang.

(BERITA SEBELUMNYA: Kota Malang Akan Bermetamorfosis Jadi Kota Wisata Halal, Simak Penuturan Wakil Wali Kota Malang)

“Kalau ini masuk (kriteria) silahkan, kalau enggak juga enggak apa-apa,” kata Dwi, Selasa (9/8/2016). Sebagai muslim, ia menjamin makanan yang dijual di restoran yang terletak di Jalan Gajah Mada, Kecamatan Klojen itu halal baik dari sisi proses penyiapan bahan maupun pembuatan.

Bahan yang dijual di restoran itu, kata dia, dipastikan diambil dari tempat yang benar prosesnya. Untuk daging ayam, misalnya, diambil langsung dari peternakan milik keluarga Dwi di Blitar. Menurut dia, pihak pengelola destinasi wisata halal memang harus bisa menjamin dan mempertanggung-jawabkan apapun yang ditawarkan kepada wisatawan.

Kepada pemkot, ia menyarankan agar konsisten terhadap pemilihan tempat wisata halal, terutama yang berhubungan dengan kuliner. Pasalnya, sulit untuk memastikan kehalalan makanan yang dijual dari proses pembuatannya. Hal ini berbeda dengan penentuan halal tidaknya makanan dari jenisnya.

“Konsekuensinya yang harus disediakan pemkot. Pemkot harus bisa menjamin bahwa itu benar-benar halal. Masalahnya, bagaimana cara mengetahuinya? Kalau sudah dipersipakan tapi pemilik atau penjualnya yang ngakali, itu beda lagi,” pungkasnya.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: eko darmoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved