Malang Raya

Vasektomi Pada Pria Bukan Kebiri, Hubungan Intim Pun Masih Terasa Nikmat

"Kurangnya sosialisasi membuat vasektomi salah diartikan sebagai pengebirian. Akhirnya banyak pria yang menolak melakukan itu,"

Vasektomi Pada Pria Bukan Kebiri, Hubungan Intim Pun Masih Terasa Nikmat
IST
Ilustrasi pasangan suami istri 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Masyarakat umum masih memahami, bahwa kontrasepsi dalam Keluarga Berencana (KB) hanya untuk perempuan.

Padahal ada vasektomi atau Metoda Operasi Pria (MOP) yang bisa mencegah kehamilan. Namun kurangnya sosialisasi membuat vasektomi tidak diminati secara meluas.

"Kurangnya sosialisasi membuat vasektomi salah diartikan sebagai pengebirian. Akhirnya banyak pria yang menolak melakukan itu," terang Kepala BKB (Badan Keluarga Berencana) Kabupaten Malang, Hadi Puspita, Selasa (9/8/2016).

Lanjut Hadi, peran pria untuk ikut KB sangat penting. Sebab mencegah kehamilan bukan hanya dilakukan oleh perempuan. Sayangnya alat kontrasepsi laki-laki tidak sebanyak kontrasepsi perempuan.

Metode yang paling efektif adalah vasektomi. Metode ini hanya mengikat saluran sperma.

"Vasektomi sangat efektif dalam mengendalikan pertumbuhan penduduk," sambung Hadi.

Keuntungan vasektomi tidak bersifat permanen. Jika masih ingin mendapatkan momongan, masih bisa dilepas ikatannya.

Ke depan, Hadi akan menggenjot jumlah peserta KB metode vasektomi. Caranya dengan membebani target setiap Petugas Lapangan (PL) KB.

"Saat ini ada 108 petugas lapangan. Mereka diwajibkan membawa dua orang laki-laki yang siap divasektomi," tegas Hadi.

Vasektomi dinilai sebagai kontrasepsi yang paking efektif dan rendah resiko. Sebab pada kontrasepsi perempuan kadang masih bisa bocor. Namun jika vasektomi, tidak pernah ditemukan kasus kebocoran.

Seorang peserta vasektomi, Huda Prastoto mengatakan, vasektomi sangat membantu keluarga yang ingin berhenti punya anak. Prosesnya pun sangat cepat dan tidak sakit.

"Hanya operasi kecil, dan rasanya seperti digigit semut saat saluran spermanya diikat," tutur Huda.

Selain itu, vasektomi juga tidak merepotkan. Setelah melakukan vasektomi, kehidupan seksual berlangsung seperti biasa. Gairah seksual tidak menurun dan tetap terasa nikmat.

"Jadi kita bebas melakukan hubungan suami istri, tapi tidak pernah merasa takut hamil. Istri kita juga tidak repot suntik atau minum pil secara rutin," tandasnya.

Penulis: David Yohanes
Editor: eko darmoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved