Breaking News:

Blitar

Penebang Pohon di Blitar Tewas Tenggelam, Lho Kok Bisa? Ini Ceritanya . . .

AKP Sunardi, Kapolsek Doko, mengatakan, mayat korban sempat dibawa ke kamar mayat RSUD Ngudi Waluyo. Namun, keluarganya tak bersedia diotopsi

Penulis: Imam Taufiq | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Imam Taufiq
Penebang pohon yang tewas tenggelam di Kabupaten Blitar 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Nahas dialami Supani (50), tukang tebang kayu asal Desa Balerejo, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar. Saat mengangkut kayu, dengan cara dihanyutkan di sungai, malah membuatnya celaka.

Korban terjebur ke sungai setelah kayunya terbaik. Namun, karena tak bisa berenang, korban ditemukan tewas di Sungai Plumbangan, Desa Plumbangan, Kecamatan Doko, Rabu (10/8/2016) siang, sekitar pukul 11.00 WIB.

Harianto (28), teman korban, menuturkan, kecelakaan itu bermula dari dirinya bersama korban, dan satu lagi temannya, Wahyono (40), ketiganya satu desa dengan korban, mendapat borongan menebang kayu Sengon Basiyah, di Desa Plumbangan. Lokasinya, di tegalan milik Kredo (50), warga desa setempat.

Setelah ditebang, kayu itu dipotong-potong, dengan berbagai ukuran, di antaranya ada yang 2 meter atau 3 meter. Setelah terkumpul banyak, kayu itu diangkut ke tepi jalan desa, karena akan dinaikkan ke atas truk, untuk dibawa ke Surabaya. Namun, karena lokasinya jauh dan medan jalannya cukup sulit, mereka sepakat mengangkut kayu itu melalui jalur sungai. Caranya, kayu itu dijeburkan dan dihanyutkan dengan mengikuti aliran sungai.

"Saat itu korban sudah kami cegah, agar jangan ikut menghanyutkan kayu, melainkan cukup menunggu di dekat truk saja karena tak bisa renang. Namun, ia tetap ngotot ikut, dengan alasannya air sungai lagi tak banjir. Karena ia ngotot, kami nggak bisa mencegahnya," kata Harianto.

Akhirnya, korban ikut menghanyutkan kayu ke sungai. Malah, kayu yang dihanyutkan itu dinaikinya, sambil didudukinya. Namun, sekitar 100 meter dari tempat menghanyutkan kayu itu, ada pusaran air. Di lokasi itu, kayu yang dinaiki korban itu terbaik sehingga korban terjebur dan langsung hilang.

"Mayat korban ditemukan tenggelam di lokasi jatuhnya tersebut. Itu selang sekitar 15 menit dari jatuhnya," paparnya.

AKP Sunardi, Kapolsek Doko, mengatakan, mayat korban sempat dibawa ke kamar mayat RSUD Ngudi Waluyo. Namun, keluarganya tak bersedia diotopsi karena dianggap murni kecelakaan kerja.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved