Malang Raya

Surat Pengunduran Diri Rendra Kresna dari Golkar Tak Diterima, Rendra Terancam Dipecat Tidak Hormat

"Mestinya beliau pada saat mengundurkan diri rapat pengurus pleno, minimal dengan pengurus harian. Harus ada rapat yang agendanya pengunduran diri

Surat Pengunduran Diri Rendra Kresna dari Golkar Tak Diterima, Rendra Terancam Dipecat Tidak Hormat
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Rendra Kresna, Bupati Malang 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Bupati Malang Rendra Kresna mengajukan surat pengunduran dari ke Ketua DPP Partai Golkar, Rabu (10/8/2016). Surat ditembuskan juga kepada Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur dan Pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten Malang.

Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Timur Nyono Suharli mengatakan, surat yang dikirim Rendra bersifat tak resmi. Surat dikirim secara pribadi tanpa kepala surat partai. Dalam badan surat, tidak disebutkan juga alasan pengunduran diri Rendra dari kepengurusan partai.

"Mestinya beliau pada saat mengundurkan diri rapat pengurus pleno, minimal dengan pengurus harian. Harus ada rapat yang agendanya pengunduran diri dari DPD Partai Golkar (Kabupaten Malang)," katanya, di sela menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Kota Malang.

Surat tembusan itu diterima Nyono di sela Musda tersebut. Dalam rapat pleno itu, Rendra juga mestinya menyampaikan detail alasan pengunduran diri dari ketua partai dan keanggotaannya jika memang beralih ke partai lain.

Seperti diketahui, Rendra dipinang oleh Partai Nasdem untuk menjadi Ketua DPW Partai Nasdem Jatim dan rencananya akan dilantik 14 Agustus nanti. Bagi partai, surat yang dikirim Rendra tidak formal. Tanpa surat pengunduran diri resmi, Rendra hingga saat ini masih resmi menjadi Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Malang. Jika surat resmi tidak dikirim hingga Rendra berpindah ke Nasdem, Partai Golkar akan mengurusnya dalam rapat ditingkat DPC.

"Sampai hari ini (Rendra) masih resmi menjabat karena surat ini belum bisa kami terima. Jika Rendra berpindah, penggantinya akan digelar dalam Musda dalam waktu dekat. Kami secepatnya menjadwal Musda Kabupaten Malang melalui Rapat," tutur dia.

Ketua Departemen Pemenang Pemilu DPD Jatim Partai Golkar Ridwan Hasjim, dalam kesempatan yang sama, mengaku kecewa dengan sikap Rendra. “Sebagai senior yang pernah mendorong dengan sangat penuh, bila sampai 14 Agustus belum ada pemberitahuan (pengunduran diri) secara resmi saya sangat kecewa," ucap dia.

Rencana perpindahan Rendra dari Golkar ke Nasdem dianggap tak masalah. Akan tetapi, ada etika yang harus dilalui dalam struktur kepengurusan partai. Ia menganggap, Rendra di Golkar adalah kader yang diunggulkan.

Jika mekanisme resmi tak dilalui, Ridwan merujuk pada Undang-Undang Partai Politik. Ia menyebut, dalam aturan yang ada, perpindahan pengurus dari satu partai ke partai lain akan diakhiri dengan pemecatan tak terhormat. "Tapi kalau mengundurkan diri akan kami lihat alasannya. Kalau alasannya bisa diterima, kami akan lepas baik-baik," tutur dia.

Sejak isu perpindahan Rendra ke Nadsem menyebar, Ridwan belum berkomunikasi kembali dengan Rendra. Surat ucapan halal bihalal yang ia kirim usai Lebaran tak ditanggapi. Beberapa kali mencoba menelepon pun, ia menyebut Rendra belum pernah menanggapi.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: eko darmoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved