Lamongan

Bobol Minimarket, Maling Hanya Gondol Celana Dalam

"Pelaku mengambil celana dalam sebanyak 15 biji yang terbungkus dan terbagi dalam lima plastik,"

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: fatkhulalami
pedulisehat.info
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, LAMONGAN - Sebuah minimarket di jalan Raya Pandanpancur, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan diobok - obok maling, Jumat (12/8/2016). Kejadian itu merupakan kejadian kali ketiga dalam kurun waktu 2015 - 2016.

Kali ini, pelaku masuk dengan cara menjebol tembok belakang. Pelaku yang diperkirakan lebih dari satu orang ini tidak banyak membawa barang curian dari dalam swalayan.

Khozim (23), salah satu karyawan swalayan yang ditemui Surya di TKP saat petugas melakukan olah TKP mengungkapkan, cara pelaku masuk ke dalam melalui tembok belakang dengan cara dilubangi. Pelaku tak sampai mengacak - acak isinya seperti dua kejadian sebelumnya.

"Pelaku mengambil celana dalam sebanyak 15 biji yang terbungkus dan terbagi dalam lima plastik," ungkap Khozim.

Selain itu, ada juga rokok hanya beberapa pak saja. Jadi tidak banyak yang diambil pelaku.

Khozim mengaku, ia mengetahui kalau tempatnya bekerja dibobol malin saat ia membuka tempatnya bekerja pada pagi hari tadi.

“Awalnya saya tidak curiga apa-apa karena kondisi pintu minimarket seperti biasanya. Setelah masuk," ungkapnya.

Nah, setelah beberapa saat merapikan dan menata isi supermarket, ia melihat sebuah kardus berisi sejumlah rokok serta deretan rak yang isinya sedikit berubah tidak seperti biasanya.

Kozim kemudian mencoba untuk mengamati keberadaan isi dalam rak dan juga almari. Barulah ia memastikan kalau tempatnya bekerja itu ada yang ganjil dan sepertinya bekas ada orang yang masuk.

Yakin ada kejadian pencurian, saksi berlanjut melaporkan kejadian itu ke pimpinanya. Dan sejurus kemudian diteruskan melapor ke Polsek Deket.

Pelaku ternyata tak sampai berhasil membobol ATM yang berada deretan rak supermarket. Meski mesin ATM terlihat ada bekas dirusak.

Ipda Raksan, Paur Subbag Humas Polres Lamongan mengatakan, saat ini penyidik masih intens memintai keterangan sejumlah saksi dan  karyawan yang pertama kali mengetahui kejadiannya.

"Ya penyelidikan,"kata Raksan.

Menurut Raksan, petugas tidak bisa menggunakan CCTV swalayan sebagai petunjuk pengembangan penyelidikan, lantaran CCTV yang terpasang itu tidak berfungsi

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved