Malang Raya
Mahasiswa UB Malang ‘Sulap’ Limbah dan Kotoran di Desa Argosari Jadi Sesuatu yang Bermanfaat
"Di desa itu setelah diselidiki banyak limbah kotoran sapi, limbah organik dan anorganik," jelas Nestya Haryoko kepada SURYAMALANG.COM
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang dari berbagai prodi di Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) ingin agar di Desa Argosari, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang bisa zero waste. Sebab di desa itu memiliki banyak limbah.
"Di desa itu setelah diselidiki banyak limbah kotoran sapi, limbah organik dan anorganik," jelas Nestya Haryoko kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (21/8/2016). Karena itu, mereka menggarap desa itu lewat PKM Pengabdian Masyarakat.
Caranya, limbah di sumber pencemaran dimanfaatkan dengan memberi pelatihan ke masyarakat. Misalkan menjadi kompos, untuk jadi pelet ikan, membuat media tanam jamur dari limbah biogas, dedak, dll.
Sementara limbah organik dari jerami padi bisa jadi pakan ternak sapi. Sedang ampas tahu dan jeroan ayam dijadikan pakan untuk untuk ikan lele-lele. "Ampas tahu kami ambil dari pasar desa," tambahnya.
Program pengabdian masyarakat ini menyasar ke remaja masjid dan melakukan kaderisasi ke siswa SD. "Setelah itu, mereka bisa membuatnya sendiri," kata dia. Alasan memilih Desa Argosari karena desa ini masuk program sanitasi dari pemerintah.
Berkat PKM ini, mahasiswa UB itu, yakni Nestya Haryoko, Diki Darmawan, Singgih, Mahardika, Musyaroh, Fajar Adi mengikuti Pimnas ke 29 di IPB Bogor.
Tema yang diusung adalah ‘Pengembangan Desa Mandiri Pangan dan Energi Berbasis Zero Waste di Desa Argosari Sebagai Upaya Mendukung Gerakan Pembangunan Desa Semesta Nasional’.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/mahasiswa-ub-dengan-produk-hasil-pengolahan-limbah-desa-argosari-jabung-kabupaten-malang_20160821_195755.jpg)