Malang Raya

Armia dari SMAN 5 Kota Malang Dinobatkan Sebagai Pustakawan Terbaik Level Nasional

Ditemui SURYAMALANG.COM di perpustakaannya, Armia menjelaskan dalam presentasinya di Jakarta membawakan tentang tata ruang dan desain perpustakaan

SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Armia Hikmaturrachim 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Armia Hikmaturrachim baru saja dinobatkan sebagai juara 1 pustakawan nasional. Sehari-harinya, ia bertugas sebagai pustakawan di SMAN 5 Kota Malang.

Ditemui SURYAMALANG.COM di perpustakaannya, Armia menjelaskan dalam presentasinya di Jakarta membawakan tentang tata ruang dan desain perpustakaan.

"Dulu perpustkaan SMAN 5 ada di lantai dua. Aksesnya tidak mudah," jelas alumnus D3 Perpustakaan Universitas Airlangga Surabaya ini, Selasa (23/8/2016). Memang pernah perpustakaan ini menang juara 2 tingkat Provinsi Jawa Timur.

Akhirnya, sekolah menyepakati memindahkan ke lokasi lain yang lebih gampang jangkauannya. Lokasi perpus sekolah kemudian didesain. Dan kebetulan juga ada sponsor dari Goothe Institut.

Untuk desain perpus itu pernah mengundang desain interior agar ada nuansa ala-ala kafe. Selain ada rak-rak buku, meja baca, juga ada komputer-komputer buat pengunjung untuk browsing informasi.

Sebab internet tidak dibatasi di sekolah itu. Nampak juga ada TV layar lebar di sudut lainnya. "Jumlah pengunjung sekarang meningkat," kata Armi, warga Desa Tegalgondo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang ini.

"Setiap tahun selalu ada penambahan buku dari lima persen anggaran BOS," katanya. Dulu, koleksi bukunya hanya 12.000.

"Kadang-kadang anak-anak pesan buku misalkan novel-novel," kata wanita kelahiran Tulungagung ini. Kemudian, kebutuhan-kebutuhan buku itu disampaikan ke sekolah. "Kalau koleksinya update, maka bisa meningkatkan minat baca plus pelayanan ramah," papar alumnus MAN 3 Malang ini.

Menurut dia, meski gadget akrab dengan anak-anak, namun belum bisa menggantikan fungsi buku. Sehingga membaca buku masih tak tergantikan. "Kalau di gadget kan cuma mencari informasi saja," papar putri pasangan Junia (almarhum) dan Syamsul Arifien ini.

Ikhawal dirinya terjun ke dunia perpustakaan ternyata dari dorongan ayahnya. Menurut ayahnya, profesi pustakawan akan selalu dibutuhkan. "Usai lulus MAN, saya ya memilih prodi-prodi bergengsi," terangnya. Ada tiga pilihan prodi. Dua pilihannya dan satu pilihan ayahnya.

Ternyata ia diterima di D3 Perpustakaan Unair. Ia merasakan benar apa yang dikatakan ayahnya. Bahwa ilmu perpustakaan akan dibutuhkan. Saat mahasiswa, ia sudah dilibatkan proyek mengelola buku dari dosen-dosen.

"Waktu itu senang sekali sudah dapat uang zaman kuliah. Ternyata benar apa kata ayah saya," kenangnya. Menurut dia, alumnus dari perpustakaan pasti kerja atau ada prospek kerja yang baik.

Secara umum ia melihat, kendala kerja pustakawan adalah sekolah belum menyadari pentingnya perpustakaan. "Perpustakaan belum diperjuangkan. Padahal pustakawan sudah berjuang misalkan untuk perbaikan perpustakaan," kata dia.

Namun ia bersyukur di SMAN 5 bisa dipenuhi karena sekolah ini ada motivasi mengembangkan perpustakaan. Sehari-hari, ia standby sendiri di perpustakaan. Secara struktural ada kepala perpustakaan dan bendahara.

Setelah menang, Armi mengaku kemarin sudah diminta sharing pengetahuan dan pengalaman di Hotel Atria Kota Malang. Sebab setiap tahun akan ada lomba buat tenaga kependidikan, seperti laporan, pustakawan, TU dll. Sehingga Kota Malang melakukan kegiatan penyeleksian.

"Nah, yang menang memberikan trik-triknya ke bakal calon itu," jelas wanita berhijab ini. Menurut istri Nurwansyah ini, saat lomba di Jakarta ada tes tulis, presentasi dan wawancara.

Sebelum itu, harus dikumpulkan dokumen portofolio, laporan kinerja dan penyelenggaran perpustakaan selama lima tahun terakhir. Armi bekerja di SMAN 5 sejak 2008. Sebelumnya setahun bekerja di SMPN 41 Surabaya setelah lulus dari Unair pada 2007.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved