Breaking News:

Kediri

Usai Ajak Jalan-jalan, Pemuda Setubuhi Siswi SMP

Di lokasi yang sepi ini, pelaku melakukan bujuk rayu. Karena terlena dengan bujuk rayu pelaku, membuat korban yang masih anak-anak mudah terpedaya.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM/Didik Mashudi
Tersangka Ahmad Haisam pelaku persetubuhan anak yang diamankan di Mapolres Kediri, Kamis (25/8/2016). 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Kasus persetubuhan anak kembali terjadi di Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Kasus ini menimpa AM (14) siswi SMP yang menjadi korban persetubuhan dengan pelaku Ahmad Haisam (19).

Kasus ini telah ditangani Unit PPA Satreskrim Polres Kediri. Tersangka Ahmad Haisam warga Desa Dawung, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri telah diringkus.

Informasi yang dihimpun Surya menyebutkan, kasus ini bermula saat korban dan pelaku sempat berkeliling ke sejumlah tempat. Kemudian pada malam hari keduanya duduk-duduk di jembatan Desa Bedali, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri.

Di lokasi yang sepi ini, pelaku melakukan bujuk rayu. Karena terlena dengan bujuk rayu pelaku, membuat korban yang masih anak-anak mudah terpedaya.

Kasus ini terkuak setelak kakak korban Ahmad Fauzi mencari keberadaan adiknya yang tidak kunjung pulang. Belakangan diketahui jika korban bersama dengan pelaku berada di sebuah rumah warga di Desa Bedali, Kecamatan Ngancar, Kediri.

Selanjutnya kasus membawa kabur anak di bawah umur ini dilaporkan kepada polisi. Pelaku ditemukan petugas serta diamankan di Mapolsek Ngancar.

Karena perkaranya menyangkut korban yang masih anak-anak kemudian perkaranya dilimpahkan ke Unit PPA Satreskrim Polres Kediri.

Kasubag Humas Polres Kediri AKP Bowo Wicaksono menjelaskan petugas telah mengamankan tersangka Ahmad Haisam.

Sedangkan barang bukti yang telah diamankan terdiri kaos oblong warna hitam, kaos singlet motif garis-garis warna putih dan oranye, celana pendek kain warna abu-abu kombinasi merah putih, rok pendek kain warna hitam dan sebuah sepeda motor GL Max warna hitam tanpa plat nomer.

Tersangka bakal dijerat dengan pasal 81 ayat 1 dan pasal 82 ayat 1 dan pasal 76 E Undang-undang No 35/2014 tentang Perlindungan Anak

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved