Arema Malang

Arema Dapat Pemasukan Rp 1,8 Miliar dari Rating TV

"Ini bagus untuk iklim kompetisi dan industri sepak bola Indonesia. Kita sudah mengikuti pola-pola di negara Eropa, tinggal kesepakatan di awal saja,"

Arema Dapat Pemasukan Rp 1,8 Miliar dari Rating TV
Net
Logo Arema Cronus 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Menutup paruh musim kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) A dengan menempati peringkat dua di klasemen.

Arema Cronus juga duduk di peringkat dua untuk rangking klub peserta ISC A dalam rating tv.

Dari posisi kedua rating tv ini,  manajemen Arema diganjar pemasukan Rp 1,8 miliar.

Dalam daftar share tv dari siaran pertandingan langsung oleh tv partner kompetisi, tercatat Arema Cronus masih berada di bawah posisi Persib Bandung. Di peringkat ketiga ada Persija Jakarta.

"Saya kira Arema hanya menempati urutan ketiga untuk rating tv ternyata malah peringkat dua, Alhamdulillah," ujar Ruddy Widodo, General Manager Arema Cronus, Jumat (2/9/2016).

PT GTS melalui situs resmi ISC memaparkan, tahap pertama pendapatan tambahan bagi klub yang didasarkan pada performa rating televisi saat siaran langsung telah diberikan.

Jumlah keseluruhan mencapai Rp 15 miliar yang didistribusikan secara langsung sesuai skema persentase pembagian yang disepakati para klub dalam pertemuan yang berlangsung pada 27 April 2016.

Pada paruh musim ini, penentuan peringkat sebuah klub dalam skema persentase pembagian pendapatan tambahan tersebut hanya didasarkan pada akumulasi performa rating televisi saat laga mereka disiarkan langsung.

Baik saat tampil sebagai tim tuan rumah maupun tamu dengan bobot 100 dan 50%.

Di akhir musim, performa rating televisi saat laga mereka disiarkan langsung akan dikombinasi dengan prestasi yang mereka raih dengan merujuk pada posisi mereka di klasemen akhir.

Arema menyambut baik adanya pemberian pendapatan tambahan bagi klub melalui skema rating tv.

Pola pembagian share televisi di kompetisi ini dinilai jauh lebih baik.

"Ini bagus untuk iklim kompetisi dan industri sepak bola Indonesia.

Kita sudah mengikuti pola-pola di negara Eropa, tinggal kesepakatan di awal saja nanti pakai polanya seperti apa, seperti pola liga Italia atau liga Inggris," tambah Ruddy.

Penulis: Dyan Rekohadi
Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved