Jumat, 10 April 2026

Malang Raya

Sebanyak 42 Pengelola Museum se-Jatim Sharing Tentang Pengelolahan Museum

Kegiatan ini masih dalam rangkaian Pekan Budaya Indonesia 2016 yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di Kota Malang

Penulis: Sany Eka Putri | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Suasana Workshop Pengelolahan Koleksi Museum oleh Kemendikbud RI di Resto Inggil, dengan mengundang 42 pemilik museum se Jatim, Senin (5/9/2016). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Sebanyak 42 museum yang ada di Jawa Timur berbagi dan berdiskusi tentang pengelolahan koleksi museum, Senin (5/9/2016). Kegiatan ini masih dalam rangkaian Pekan Budaya Indonesia 2016 yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di Kota Malang.

Pemilik Museum Malang Tempo Doeloe, Dwi Cahyono, mengatakan untuk pengelolahan museum yang perlu diperhatikan ialah reparasi. Dikatakannya, setiap pemilik museum baik yang dikelola oleh pemerintah maupun swasta wajib mengerti bagaimana menangani koleksi museum apabila ada yang rapuh atau rusak. Menurutnya, sebuah museum tidak hanya sekedar museum saja, tetapi juga wajib tahu bagaimana mengelola dan melakukan penyelamatan benda-benda museum.

"Contohnya museum yang memiliki artefak kuno, apabila artefak itu mulai rapuh, harus ada pertanggungjawaban bagaimana menyelamatkan benda itu. Harus ada campur tangan dengan arkeolog. Tidak hanya sekedar mendirikan museum," tuturnya setelah menjadi pemateri Pengelolahan Koleksi Museum, di Resto Inggil, Senin (5/9/2016).

Ia yang juga sebagai Ketua AMIDA (Asosiasi Museum Indonesia Daerah) juga menegaskan, museum harus mengandung unsur mendidik dan memiliki riwayat penelitian. Menurutnya, di Kota Malang, pengelolahan museum sudah sangat bagus. Selain itu, pentingnya penomoran benda-benda bersejarah juga sangat penting, sehingga bisa dipastikan kejelasan asal muasal benda itu.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved