Kediri

Ibunya Kena Tumor Payudara, Si Anak Curhat di Facebook, Wali Kota Kediri Beri Respon Positif

Di tengah kebingungan itu, Dian kemudian membuka Facebook. Kemudian Dian menceritakan permasalahan yang dialami orang tuanya itu kepada Wali Kota

Penulis: Didik Mashudi | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Didik Mashudi
Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar menjemput Astutik, penderita tumor payudara untuk dibawa ke RSUD Gambiran. 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Facebook menjadi salah satu media komunikasi Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar dengan rakyatnya. Dari Facebook, Wali kota mengetahui Ny Astutik (55), warganya yang menderita tumor payudara. Malahan Wali kota sendiri yang menjemput Astutik dari rumahnya untuk dibawa ke RSUD Gambiran.

Dian Mariani, salah satu anak Astutik warga Kelurahan Banjaran, Kota Kediri mengaku sempat bingung ketika ibunya memberitahu lewat SMS penyakit tumor payudaranya sudah mencapai puncak dan mau "meletus".

Di tengah kebingungan itu, Dian kemudian membuka Facebook. Kemudian Dian menceritakan permasalahan yang dialami orang tuanya itu kepada Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar.

Mendapat pengaduan dari warganya, Wali kota yang akrab disapa Mas Abu itu langsung cepat tanggap. Pasien kurang mampu itu dijemput langsung dari rumahnya untuk dibawa ke RSUD Gambiran.

Astutik sudah setahun ini didiagnosis dokter menderita tumor payudara. Meski menderita tumor payudara, namun ibu tiga anak itu tetap gigih bekerja keras memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena keterbatasan biaya, Astutik hanya menjalani pengobatan alternatif. Sejak lima bulan terakhir kondisinya semakin buruk sehingga tidak bisa bekerja.

“Ibu SMS, katanya tumornya sudah mau meletus,” ungkap Dian Marini.

Dian mengungkapkan, sangat bingung dan tidak tahu harus minta tolong pada siapa karena sang ibu tidak mau dibawa ke rumah sakit.

“Saya bingung harus minta tolong siapa, akhirnya saya cerita ke Pak Wali melalui Facebook, Alhamdulillah dapat respons positif,” jelasnya.

Setelah membaca pengaduannya, pihak Kelurahan Banjaran mengunjungi rumah Astutik dan mencarikan jalan tercepat untuk membawa Astutik ke rumah sakit.

“Awalnya Bu Astutik tidak mau dibawa ke rumah sakit, karena memikirkan biaya, apalagi suaminya sudah meninggal. Akhirnya kami carikan Jamkesda, tapi ternyata Bu Astutik sudah punya dari pabrik tempatnya bekerja,” jelas Sunyoto, Lurah Banjaran.

Akhirnya Astutik mau dirujuk ke rumah sakit. Wali Kota Kediri beserta istri, Direktur RSUD Gambiran dr Fauzan Adima dan Lurah Banjaran langsung menjemput untuk dibawa ke RSUD Gambiran.

Mas Abu menyebutkan, telah dihubungi keluarga pasien melalui Facebook. Kemudian langsung ditindaklanjuti dan kebetulan RS Gambiran juga punya progam Home Care. Mas Abu menjelaskan, program Home Care untuk mendekatkan pelayanan pada masyarakat yang sakit, khususnya yang tidak mampu.

Pada kesempatan itu Wali kota juga terus memberi semangat dan motivasi kepada pasien untuk mendapat pengobatan yang layak. Apalagi penyakit tumor payudaranya sudah parah.

"Kita bantu antar Ibu Astutik untuk mau berobat ke rumah sakit. Karena sebelumnya hanya menjalani pengobatan alternatif," jelasnya.

Kepada warga tidak mampu yang sakit, Mas Abu meminta untuk tidak takut ke rumah sakit. Karena pemerintah menyediakan Jemkesmas untuk membantu warga yang tidak mampu berobat dengan layak.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved