Malang Raya

Poltekom Siap Sambut Lulusan SMK Empat Tahun

"Siswa lulusan SMK empat tahun nanti akan dihargai dua semester di politeknik. Mereka sudah dianggap memiliki kredit saat di SMK,"

SURYAMALANG.COM//Sylvianita Widyawati
Suasana di lab alat berat Politeknik Kota Malang, Selasa (6/9/2016). 

SURYAMALANG.COM, KEDUNGKANDANG - Politeknik Kota Malang (Poltekom) siap menyambut lulusan SMK empat tahun. Hal ini karena SMK kurikulum empat tahun akan lebih diperbanyak pemerintah. Saat ini di Indonesia masih ada 12 lembaga.

"Siswa lulusan SMK empat tahun nanti akan dihargai dua semester di politeknik. Mereka sudah dianggap memiliki kredit saat di SMK," jelas Dr Isnandar MT, Direktur Poltekom kepada SURYAMALANG.COM di sela kegiatan Dies Natalis ke 8, Selasa (6/9/2016).

Hal itu yang disebutnya merealisasi seamless education. Sehingga ada keberlanjutan pada pendidikan siswa vokasi ke pendidikan tinggi. Untuk itu perlu kerjasama SMK dan politeknik.

Jika di Indonesia SMK empat tahun, ia mencontohkan pendidikan SMK lima tahun di Jepang. Pada Juli 2016 lalu diajak Direktorat Pendidikan SMK Kemendikbud mengunjungi Kosen, lembaga pendidikan keteknikan terpadu di Jepang.

Kosen memiliki empat bidang studi yaitu Mechanical Engineering, Electric/Electronic Engineering, Computer Science dan Chemical Science.

"Di Kosen Jepang SMK lima tahun. Itu merupakan pendidikan vokasi pasca SMP," kata dia.

Tim dari Indonesia melihat ke Kosen mengenai pola kurikulum tiga tahun dan setelah dua tahunnya. Menurut dia, SMK lima tahun karena dibutuhkan industri. Sehingga peralatannya sangat canggih mengikuti kebutuhan industri.

Berbeda dengan keberadaan SMK di Indonesia. Sekolah berdiri dan baru melakukan banyak kerjasama dengan industri sebagai tempat prakerin (praktek kerja industri) untuk siswanya.

Ditambahkan dia, jika SMK empat tahun makin banyak dan informasinya menjadi 200, maka bisa meningkatkan kompetensi siswa ketika masuk industri.

"Kalau SMK hanya tiga tahun, levelnya dua yaitu hanya operator. Namun jika sudah empat tahun, maka bisa operator plus atau naik level tiga," jelasnya. Dengan makin canggih teknologi, maka siswa SMK dan sekolah perlu cepat berbenah.

Setelah itu, mereka bisa nyambung kuliah ke politeknik untuk meneruskan ilmunya. "Politeknik sebagai pendidikan vokasi juga harus banyak menjalin mitra. Dimanapun, sekolah vokasi jika tidak punya kerjasama industri ibarat koin kurang keping sebelahnya.

Namun tidak semua SMK empat tahun. Hanya bidang-bidang peminatan tertentu yang dibutuhkan industri.
Pola SMK kerjasama dengan politeknik ini akan diinisiasi oleh regulator.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved