Breaking News:

Sportarema

Tim Balap Sepeda Jatim Yakin Bisa Raih Target Medali Emas di PON XIX

Secara keseluruhan Jatim menargetkan meraih lima medali emas dari Cabor balap sepeda. Selain target dua emas dari DH, emas lain dari nomor road race

SURYAMALANG.COM/IST
Sugeng Trihartono (kanan) bersama para pebalap sepeda Jatim yang mempersiapkan diri di Cikole Bandung, Kamis (15/9/2016) 

SURYAMALANG.COM - Tim balap sepeda Jatim tetap optimistis mencapai target medali emas PON XIX meski persiapan terakhir tidak bisa seperti yang diharapkan. Para atlet balap sepeda yang sudah berada di Bandung sejak Minggu lalu masih kesulitan berlatih. Mereka akan mengandalkan kesempatan mencoba lintasan pada Jumat (16/9/2016) sebelum berlaga mulai hari Minggu (18/9/2016).

Khusus untuk para atlet balap sepeda di kategori Mountain Bike (MTB), keberangkatan tim terpaksa dipisahkan. Para pebalap nomor MTB dan Down Hill (DH) sudah berangkat ke Jabar sejak minggu lalu. Sedangkan dua atlet nomor BMX baru akan diberangkatkan pada 20 September nanti.

Pelatih Kepala Puslatda Balap Sepeda Jatim untuk PON XIX, Sugeng Trihartono menyatakan para atlet perlu berangkat lebih awal untuk menyesuaikan kondisi di arena PON. Tapi penyesuaian perlu dilakukan mengingat Panpel menutup arena lomba sehingga tidak bisa digunakan untuk berlatih sebelum lomba.

“Itu memang kewenangan tuan rumah. Tapi anak-anak tidak boleh cengeng, anak-anak harus menyikapinya dengan baik. Untuk atlet DH, mereka sudah tinggal di lokasi sejak beberapa waktu lalu, setelah berlatih di kawasan Batu, mereka memilih melakukan persiapan di lokasi untuk beradaptasi,” ujar Sugianto Setiyawan pelatih tim MTB Jatim, Kamis (15/9/2016).

Berdasarkan motivasi itulah tim balap sepeda kelompok MTB ini dipisahkan. Atlet MTB dan DH sudah berada di kawasan lomba, di Cikole dengan berlatih dan mencari lintasan sendiri. Sedangkan tim BMX lebih dikosentrasikan tetap berlatih di Malang karena sama sekali tidak bisa berlatih di Ciamis, lokasi lomba BMX.

“Yang penting aklitimasi, anak-anak perlu menyesuaikan kondisi iklim , ketinggian dan cuaca di sini. Kami memilih menyewa tempat di sini, tidak menggunakan fasilitas hotel yang disediakan,” ujar Trihartono yang sudah mendampingi timnya di Cikole kawasan Lembang Bandung.

Tapi upaya yang dijalankan juga tidak bisa berlangsung sempurna. Para atlet kesulitan berlatih karena lokasi selalu diguyur hujan. Praktis saat ini para atlet Jatim akan mengandalkan kesempatan mencoba lintasan dan latihan resmi yang disediakan pada Hari Jumat dan Sabtu (16-17/9/2016). Meski demikian tim pelatih tetap optimistis peluan meraih medali masih terjaga.

Di kelompok balap sepeda MTB Jatim mengandalkan atlet Zaenal Fanani, Tomy Hidayah, Crismonita dan Findra Amirel. Sedangkan untuk nomor DH, Popo Ario Sejati dan Fitrianti Riyanti jadi harapan penyumbang emas. Medali emas diharapkan datang dari nomor DH puta dan putri.

Secara keseluruhan Jatim menargetkan meraih lima medali emas dari Cabor balap sepeda. Selain target dua emas dari DH, emas lain dari nomor road race, trak dan satu emas dari BMX. Tapi di luar nomor-nomor yang ditargetkan itu, peluang menambah medali emas masih terbuka.

Penulis: Dyan Rekohadi
Editor: eko darmoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved